New York, LiputanIslam.com–Sebuah laporan dari lembaga studi mengungkapkan bahwa kelompok White Helmets terlibat dalam perdagangan organ tubuh manusia dan melakukan penjarahan dan terorisme di Suriah.

Bukti-bukti laporan ini dipresentasikan oleh direktur Lembaga Studi Demokrasi, Maxim Grigoriev, di depan PBB pada Kamis (20/12).

Laporan ini dibuat berdasarkan wawancara dari lebih dari 100 saksi mata, termasuk 40 anggota White Helmets, 50 penduduk lokal, dan 15 mantan pasukan teroris. Lebih dari 500 warga Suriah juga ikut disurvei di kota Aleppo dan Deraa.

“Ada banyak bukti bahwa White Helmets terlibat dalam pembangunan benteng pertempuran bagi kelompok-kelompok teroris bersenjata … dan mengevakuasi teroris yang terluka di garis depan,” kata Grigoriev.

Grigoriev juga merinci bukti-bukti mengerikan tentang keterlibatan White Helmets dalam perdagangan organ manusia.

“Orang-orang yang ‘dievakuasi’ oleh White Helmets sering kali tidak kembali hidup-hidup,” paparnya, mengutip kesaksian dari daerah tempat kelompok White Helmets beroperasi. “Sebagai contoh, seseorang menderita luka ringan, lalu ia diselamatkan, dievakuasi, dan kemudian dibawa kembali dengan perut terbuka dan organ dalam mereka hilang.”

Berdasarkan kesaksian dari anggota White Helmets di kota Saqba, kelompok ini juga ternyata melakukan praktik korupsi yang luas, di mana para pemimpin mengumpulkan keuntungan pribadi dari sumbangan dan dari hasil jarahan dari penduduk sipil.

Seorang anggota kelompok ini mengaku, saat mereka datang mengevakuasi ke sebuah rumah sipil, kadang mereka menemukan emas atau perhiasan di sana, dan harta tersebut “langsung kami sita.”

“Dalam suatu rumah, ada seorang wanita yang sakit, kami pun datang membantunya, kami menemukan beberapa emas dan mencurinya,” katanya.

Selanjutnya, Grigoriev menceritakan kembali laporan-laporan lama tentang upaya White Helmets dalam menggelar aksi serangan kimia palsu terhadap warga sipil. Grigoriev menunjukkan suatu kasus di Jisr al Haj, Aleppo, di mana anggota kelompok ini membakar tempat sampah dan membawa mayat manusia dari kamar mayat setempat untuk merekam aksi penyelamatan.

Kesaksian tertulis dari seorang anggota White Helmets mengklaim bahwa semua orang yang terlibat dalam aksi seperti ini menerima bayaran $50 per orang.

Menurut Grigoriev, “bukti-bukti tak terbantahkan ini” mengindikasikan bahwa White Helmets menerima perintah langsung dari kelompok teroris, dan hampir semua anggota kelompok ini merupakan orang bayaran, bukan relawan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*