Washington, LiputanIslam.com–Kejahatan oleh pengikut ideologi politik sayap-kanan meningkat di AS selama 10 tahun terakhir. Ini merupakan kejahatan yang lebih banyak terjadi dibandingkan ekstrimisme domestik lainnya.

Menurut analis data terorisme global oleh media Washington Post pada Minggu (25/11/18), kejahatan yang dilakukan para supremasis kulit putih telah muncul sejak masa pemerintahan Barack Obama dan meningkat sejak era Presiden Donald Trump.

Dari 263 kasus terorisme domestik antara tahun 2010 sampai akhir 2017, sepertiganya, yaitu 92 kasus, dilakukan oleh pengikut sayap-kanan.

“Peneliti teror menemukan bahwa kejahatan sayap-kanan tumbuh bersama adanya kecemasan kaum kulit putih terkait kepresidenan Obama, dan [kejahatan] meningkat di era Trump. Trump terus membantah bahwa ia berkontribusi tas meningkatnya kejahatan. Namun para ahli mengatakan bahwa ekstremis sayap-kanan menganggap presiden menawarkan dukungan diam-diam atas misi mereka,” tulis Washington Post.

Penelitian ini menemukan bahwa kasus kejahatan pada tahun ini meningkat tajam, dengan 13 orang meninggal dalam dua insiden hanya dalam sebulan terakhir.

Insiden pertama terjadi pada bulan Oktober kemarin, di mana seorang pria bersenjata di Kentucky mencoba memasuki gereja milik warga kulit hitam. Ia pun menembakkan senjatanya dan menewaskan dua orang kulit hitam.

Dalam insiden kedua, seorang pria yang tidak menyukai karavan pengungsi dari Amerika Tengah yang masuk negaranya, menembak 11 orang di sebuah sinagoga Pittsburgh.

Bulan November ini, seorang veteran militer AS yang terbukti sering merendahkan perempuan dan orang kulit hitam di media sosial, melakukan penembakan di sebuah studio yoga di Tallahassee, Florida. Akibatnya, dua wanita tewas dan lima lainnya terluka.

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan sedikitnya 20 orang tewas pada tahun ini akibat ekstrimisme sayap-kanan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*