Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan masih ada korupsi dalam penyaluran dana pendidikan.

Sri Mulyani menyampaikan, meskipun penyaluran dana pendidikan telah diawasi dengan ketat, tetapi korupsi masih saja terjadi. Dengan sistem penyaluran tersebut, dia mengira korupsi sudah tidak ada, tapi tetap saja terjadi.

“Padahal sudah by name by address. Sampai di address-nya malah diminta setoran sama yang di atas,” ujar Sri Mulyani, Sabtu (30/11).

Baca: Dapat Dana Triliunan, Mutu Laboratorium Harus Tepat Sasaran

Dia mengatakan, pelanggaran ini biasanya terjadi di daerah. Pemimpin daerah masih saja menemukan cara untuk mendapatkan bagian dari anggaran yang disalurkan.

“Kamu kan udah terima, minta dong setorannya, itu yang terjadi begitu,” ungkapnya.

Dia menuturkan, dana pendidikan itu disalurkan untuk gaji guru, tunjangan profesi guru, dan sertifikasi guru. Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk Bantuan Operasional Sekolaj (BOS). Dana yang disalurkan untuk ini Rp 200 triliun atau 80 persen dari anggaran pendidikan.

“Sisanya dikelola Kemendikbud,” tuturnya.

Dia menerangkan, setiap tahunnya anggaran pendidikan terus mengalami kenaikan. Pada tahun depan, anggaran pendidikan mencapai Rp 507 triliun. (sh/cnbcindonesia/katadata)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*