Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jamis (26/9) sore melemah sebesar 0,1 persen dari posisi Rp 14.152 per dolar AS ke posisi Rp 14.165 per dolar AS.

Sementara pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah melemah sebesar 0,20 persen dari posisi Rp 14.134 per dolar AS ke posisi Rp 14.162 per dolar AS.

Menurut Analis Asia Trade Future Deddy Yusuf Siregar, pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen domestik, yaitu kondisi politik dalam negeri.

Baca: Perang Dagang Mereda, Rupiah Terapresiasi ke Posisi Rp 14.150 per Dolar AS

Aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK masih belum mereda. Hal ini membuat rupiah tertekan.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dipicu oleh sentimen eksternal, kondisi politik yang terjadi di AS. Situasi politik AS menimbulkan kekhawatiran para pelaku pasar sehingga mereka condong ke dolar AS.

“Investor saat ini belum nyaman untuk memilih instrumen berisiko seperti rupiah,” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, pelaku pasar tengah mengantisipasi rilis data final pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019.

Dia menambahkan, pelaku pasar juga mengantisipasi data peredaran uang dan pertumbuhan utang sektor swasta dari bank sentral Eropa. (sh/kontan/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*