Sumber: gatra.com

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mahfud MD menyarankan agar proses penyelesaian konflik Papua dilakukan dengan langkah persuasif. Jangan sampai niat menyelesaikan tetapi justru menimbulkan amarah baru.

Demikian hal itu disampaikan Mahfud usai mengisi seminar nasional yang mengangkat tema  “Membangun Lingkungan Strategis dan Keamanan untuk Menciptakan Kehatanan Wilayah DIY” di kampus UGM, Yogyakarta, pada Rabu (28/8).

“Jangan sampai terpancing menimbulkan kemarahan baru kepada saudara-saudara kita di Papua, terutama pernyataan-pernyataan yang sifatnya rasis, supaya dihindari betul,” ucapnya.

Persoalan yang terjadi harus dilakukan penyelesain dengan arif dan bijaksana. Sebab, setiap persoalan di daerah memiliki karakteristiknya sendiri-snediri. “Pancagatranya sosbud (sosial dan budaya), dan trigatranya yaitu tempat, rakyatnya, dan posisi geografisnya, kan gitu. Oleh sebab itu saya sarankan kepada Papua adalah (penyelesaian konflik) harus dengan persuasif,” ujarnya.

Baca: Yorrys: Ada Pihak Ingin Pecah Belah Masyarakat Papua Dan Banser

Langkah persuasif itu berupa  musyawarah dan pertemuan para tokohnya. Langkah persuasif, penegakan hukum melihat aspek kemanfaatannya untuk bangsa dan negara. “Tidak usah represif,” tandasnya. (aw/gatra/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*