LiputanIslam.com–Meskipun kondisi di Papua dan Papua Barat berangsur kondusif, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto meminta kepada eks WNI Benny Wenda cs untuk menghentikan segala aktivitas dalam memprovokasi dan menghasut masyarakat Papua dan Papua Barat.

“Kita sudah menenggarai dan memastikan bahwa terjadinya unjuk rasa dan kerusuhan, perusakan dan pembakaran dipicu dan diorganisir oleh suatu kelompok,” kata Wiranto saat membuka Rapat Koordinasi tentang situasi perkembangan Papua dan Papua Barat, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/9).

Ia menambahkan bahwa Benny Wenda cs terus memprovokasi dan memberi informasi yang tidak benar dengan kekuatan yang di dalam yakni unsur AMP dan KNPB.

“Kami minta agar mereka menghentikan aktivitas itu , menghentikan untuk provokasi dan menghasut masyarakat Papua dan Papua Barat,” tegas Wiranto.

Menurutnya, masih ada provokasi, selebaran-selebaran gelap untuk mendorong dan menghasut masyarakat melakukan unjuk rasa susulan.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut Benny Wenda menyebarkan informasi yang berbentuk provokatif di media sosial.

Baca juga: Di Istana Negara, Presiden Jokowi Bertemu Para Tokoh Papua

“Saat ini, (peran Benny Wenda) hanya menyebarkan dulu, baik di media sosial maupun di grup-grupnya mereka di dunia Internasional. Khususnya di wilayah negara pasifik,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/9).

Kini Benny Wenda berstatus WNA, yang menjadikan pihak polri terkendala dalam menanganinya lebih lanjut. Kasus Benny pun dilanjutkan melalui Kementerian Luar Negri. (Ay/Antara/IDN Times)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*