malangMalang, LiputanIslam.com — Ditengah maraknya pemberitaan terkait sikap anarkis yang dilakukan Front Pembela Islam saat berdemo di Jakarta, toleransi beragama yang ditunjukkan oleh umat Islam dan Kristen di Malang menjadi angin segar. Seperti apa?

E100, halaman resmi Radio Suara Surabaya mengabarkan bahwa Ketua Umum Majelis Takmir Masjid Jami Malang, KH Zainudin Abdul Mukhid meminta maaf pada jemaat Gereja Imanuel, karena kegiatan Shalat Ied mengganggu kebaktian pagi. Kebaktian mundur menjadi menjadi pukul 8.30 WITA, lantaran Shalat Ied yang dipadati jamaah tersebut, meluber hingga ke jalan raya yang menutupi akses jalan menuju gereja.

“Umat Islam meminta maaf dan mengucapkan terimakasih atas toleransi yang diberikan,” demikian keterangan E100.

Postingan yang diunggah kemarin, Minggu, (5/10/2014) ini telah disukai oleh  29,178 pengguna Facebook, dan dibagikan hingga 2.268 kali. Netizen sangat mengapresiasi toleransi dalam bermasyarakat.

“Teloransi menciptakan kedamaian. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai,” komentar Purnama Pasande.

“Itulah yang diharapkan oleh semua rakyat Indonesia. Hal ini patut kita contoh. Kita samua basodara, ayo budayakan kedamain di negeri tercinta ini,” tulis Sunarko P. Candra.

Di Kupang, Pemuda Gereja Mengamankan Perayaan Idul Adha

Sedamai di Malang, seindah Kupang. Dari laporan Tempo, para pemuda gereja di Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengamankan perayaan Idul Adha daerah itu guna menjaga kelancaran pembagian daging kurban bagi warga Kota Kupang.

“Pemuda gereja sejak kemarin turut mengamankan perayaan Idul Adha,” Ketua Gerakan Pemuda Ansor NTT Abdul Muis, Minggu, (5/10/2014).

Pemuda Gereja Horeb turut mengamankan perayaan Idul Adha sejak takbiran semalam hingga pembagian hewan kurban bagi warga hari ini. Tak hanya itu, menurut Muis, umat Kristen juga kebagian daging kurban pada perayaan Idul Adha. Pembagian kupon hewan kurban diberikan bagi warga tidak mampu dan janda.

“Tidak hanya umat Islam, tapi kupon daging kurban juga dibagikan ke umat Kristen,” katanya.

Muis menuturkan pembagian hewan kurban bagi umat Kristen ini merupakan salah satu bentuk kerukunan antaragama yang sudah terjalin selama ini di daerah tersebut.

“Marilah kita jaga kerukunan antaragama yang sudah terjalin,” ujarnya.

Selain itu, umat Kristen di Kupang terlibat dalam mengamankan perayaan Idul Adha dengan menjaga sejumlah masjid di wilayah Kota Kupang. (ph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL