LiputanIslam.com – Baru sepekan diterapkan di Jakarta, kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) sudah merekam 1.134 pelanggaran di jalanan. Jenis pelanggaran mayoritas adalah tidak mengenakan sabuk pengaman dan kendaraan ganjil-genap.

“Sudah tercatat ada 1.134 selama tujuh hari ETLE dengan fitur tambahan yang didominasi pelanggaran sabuk pengaman dan pelanggaran ganjil-genap,” tulis TMC Polda Metro Jaya pada laman Twitter-nya, Senin (8/7).

Ditlantas Polda Metro Jaya sudah memasang 12 kamera ETLE di sepuluh titik di Jakarta, sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin hingga kawasan Harmoni. Kabarnya jumlah tersebut akan ditambah dengan cara bekerjasama dengan pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: BMKG Rekam 87 Gempa Susulan Pascagempa Utama Ternate Minggu

Ditlantas Polda Metro Jaya pun telah menerapkan tilang elektronik terhitung sejak Senin (1/7) lalu dengan fasilitas ETLE tersebut. Kamera tersebut dapat mendeteksi beragam hal yang dilakukan pengendara di dalam mobil, yakni tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan telpon genggam saat mengemudi, nomor plat ganjil-genap hingga batas kecepatan kendaraan yang sedang melaju. Setiap pengendara yang melanggar batas paling tinggi atau paling rendah dapat dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Hal itu diatur dalam Pasal 287 ayat 5.

Kemudian pengendara yang menggunakan ponsel dapat dikenakan hukuman sesuai dengan Pasal 106 ayat 1, yaitu hukuman penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu. (Ay/Antara/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*