Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/11) melemah 0,09 persen ke posisi 14.090 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen perang dagang antara AS dan China.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar pesimis terhadap kesepakatan antara AS dan China. Hal ini membuat rupiah tertekan terhadap dolar AS.

“China pesimis tentang menyetujui kesepakatan, yang menunjukkan risiko ekonomi global tetap sulit dipahami,” ujar dia, Selasa (9/11).

Baca: Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.088 per Dolar AS

Dia menjelaskan, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada kesepakatan tentang penghapusan tarif secara bertahap. Oleh karena itu, China pesimis untuk melakukan kesepakatan dagang dengan pihak AS.

Selain itu, kata dia, Trump menuduh The Fed merusak kebijakan ekonomi dengan mempertahankan suku bunga terlalu tinggi. Kritik tersebut dia sampaikan saat bertemu dengan Ketua The Fed Jerome Powell pada Senin kemarin.

Dia menyampaikan, meskipun data ekonomi dalam negeri saat ini positif, tapi pasar tengah fokus dengan data eksternal yang kurang menguntungkan.

“Sehingga wajar kalau rupiah hari ini kembali melemah,” kata dia.

Dia memperikarakan, pelemahan rupiah akan berlanjut hingga perdagangan besok. Menurutnya, rupiah akan tertekan di rentang Rp 14.062-14.115 per dolar AS. (sh/cnnindonesia/merdeka)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*