Sumber: Media Indonesia

Jakarta, LiputanIslam.com — Aturan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan ibu kota Jakarta sudah berjalan selama 24 hari, mulai 9 September hingga 10 Oktober 2019. Dalam kurun waktu tersebut, Petugas Polda Metro Jaya dan jajaran polres sudah menilang 14.848 pengendara mobil pribadi. Dan tertinggi dilakukan oleh petugas Subdit Bin Gakkum sebanyak 4.182 kasus pelanggaran.

“Jumlah penindakan tertinggi dilakukan oleh petugas Subdit Bin Gakkum sebanyak 4.182 kasus pelanggaran,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat malam (11/10).

Kemudian Satuan Wilayah (Satwil) Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara menindak sebanyak 3.053 pengendara, Satwil Lantas Polres Metro Jakarta Selatan menindak 1.850 pengendara, Satwil Polrestro Jakarta Barat menindak 1.826 pengendara, Satwil Polrestro Jakarta Pusat menindak 1.695 pengendara, dan Polrestro Jakarta Timur menindak 1.457 pengendara.

Baca juga: Kebijakan Ganjil Genap Diperluas, Polusi Jakarta Masih Tempati Posisi Teratas

Sementara, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengklaim selama satu bulan kebijakan perluasan ganjil genap sukses diterapkan di sejumlah wilayah Jakarta. Kebijakan tersebut berhasil jika dilihat dari tingkat kecepatan rata-rata kendaraan, terutama di kawasan ganjil genap.

“Kecepatan kendaraan bertambah dari 25km/jam menjadi 28,5km/jam. Kemudian volume lalu lintas penurunannya 29,58 persen, hampir 30 persen. Untuk kualitas udara, untuk PM 2,5 terjadi penurunan yang siginifikan untuk yang di Kelapa Gading rata-rata 22 persen,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Selasa (8/10).

Selain itu, tambah Syafrin, Jumlah pengguna transportasi umum Transjakata juga meningkat hingga 12 persen. Dan Transjakarta akan menambah 59 armada baru. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*