Sumber: nu.or.id

Jember, LiputanIslam.com– A’wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Jawa Timur, KH Yazid  Khobir mengatakan, tugas Pagar Nusa selain menjaga kiai juga melestarikan budaya bangsa. Tidak hanya fokus pada seni bela diri Pencak Silat, tetapi juga menjaga dan mendalami berbagai adat dan tradisi masyarakat, khususnya masyarakat NU.

“Tapi jangan lupa, Pagar Nusa juga  wajib mengawal tradisi dan amaliah NU di masing-masing domisilinya,”  ucapnya saat memberikan tausiyah acara Halal bi Halal Pagar Nusa di Panti, Kabupaten Jember, seperti dilansir NU Online, pada Sabtu (29/6).

Menurutnya, NU mempunyai ‘alat’ yang cukup lengkap sebagai lembaga pelaksana, mulai dari soal pendidikan hingga kebudayaan. Salah satunya adalah Pagar Nusa. Kederadaan organisasi ini sangat diperlukan bagi lestarinya silat tradisional.

Baca: KH Ma’ruf Amin Hadiri Acara Haul Ke-126 Syekh Nawawi al-Bantani

Dulu ramai sekali pertunjukan Pencak Silat di desa-desa, bahkan sampai dijadikan arisan. Di berbagai acara, termasuk resepsi pernikahan, pertandingan Pencak Silat kerap ditampilkan sebagai hiburan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, keramaian itu sudah  mulai menghilang.

“Maka Pagar Nusa mungkin bisa menghidupkan lagi  tradisi itu, mungkin dengan kemasan yang lain,” katanya.

“Pagar Nusa tidak sama dengan organisasi silat lain. Di belakang pesilat Pagar Nusa ada nama NU, ada nama kiai yang wajib dijaga kehormatannya,” ungkapnya. (aw/NU).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*