Sumber: Tempo

Jakarta, LiputanIslam.com — Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengecam insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) ini.

“Mengecam segala bentuk dan tindakan kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku pengeboman dan bom bunuh diri,” kata Helmy saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan apapun, termasuk dakwah, bukan ciri Islam yang “rahmatan lil ‘alamin”. Tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan.

Menurutnya, bom bunuh diri bukan termasuk jihad dan bukan perintah agama. Jihad dalam pemaknaan Islam adalah justru segala usaha untuk memuliakan manusia.

Ia meminta masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi atas insiden tersebut.

“Kita percayakan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa ini,” katanya.

Baca juga: Cegah Desa Fiktif, KPK: Proses Pengawasan Dana Sangat Penting

Sementara, Istana Kepresidenan memerintahkan peristiwa bom bunuh diri di Medan tersebut segera ditangani secara cepat dan keamanan warga juga dijaga dengan baik.

“Presiden memerintahkan penanganan terkait pencegahan dan penanggulangan kejahatan terorisme dengan mengaktifkan kerja sama  seluruh pihak baik pemerintah dan masyarakat. Kerja sama aktif tersebut akan mengalahkan terorisme demi Indonesia Maju,” kata Juru Bicara Presiden Joko Widodo M. Fadjroel Rachman di Jakarta, Rabu.

Dalam insiden tersebut, enam polisi mengalami luka-luka cukup parah akibat ledakan. Pemerintah tidak akan memberi toleransi sedikitpun terhadap aksi terorisme. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*