Sumber: Al-Manar

LiputanIslam.com—Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan bahwa siapapun tidak bisa mengandalkan AS karena akan beresiko dikhianati dan diterlantarkan sebagaimana  nasib milisi Kurdi di Suriah yang kini sedang mendapat serangan dari AS.

Dalam pidato di sebuah majelis peringatan Asyura di Beirut, Libanon, Rabu (9/10/2019), Nasrallah mengatakan, “AS tiba-tiba meninggalkan dan menelantarkan orang-orang Kurdi, dan inilah nasib bagi orang yang mengandalkan AS…. Semua pengalaman yang ada mengkonfirmasi bahwa AS tidak menjaga sekutunya dan tidak pula menghargai kesepakatan.”

Karena itu, Sekjen Hizbullah mengimbau pihak-pihak yang selama ini mengandalkan AS untuk mencari “alternatif lain yang benar dan sehat”, dan apa yang di terjadi di kawasan timur Furat, Suriah, terkait milisi Kurdi merupakan pelajaran bagi mereka yang percaya kepada AS.

Nasrallah lantas menyinggung penolakan Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei terhadap segala bentuk perundingan dengan AS.

“AS tak mengenal perjanjian, dan tidak pula mengenal kesepakatan dan sekutu baginya,” ungkap Nasrallah.

Dia menambahkan, “Kita melihat apa yang mereka (AS) lakukan terhadap Kurdi. Ini merupkan pesan bagi bangsa-bangsa di kawasan dan bagi siapapun yang mengandalkan AS, dan kita bertanya apakah semua pengalaman yang telah terjadi ibi menjadi pelajaran bagi orang-orang berakal, membuatnya mencari alternatif-alternatif lain yang sehat dan mengetahui bahwa mengandalkan AS tidak akan mendatangkan apa-apa selain kerugian.”

Baca: Kurdi Suriah ‘Aminkan’ Seruan Rusia Mediasi Dialog dengan Damaskus

Senin lalu AS menarik pasukannya dari kawasan utara Furat timur di dekat perbatasan Suriah dengan Turki di saat Turki bersiap melancarkan operasi militer untuk menyisir dan membersihkan kawasan tersebut dari milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat yang bersekutu dengan AS dalam apa yang mereka sebut perang melawan kelompok teroris ISIS.

Pemerintah Turki menganggap YPG sebagai organisasi teroris dan bersekutu dengan partai terlarang di Turki, Partai Pekerja Kurdi (PKK).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*