Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Sejumlah perwakilan mahasiswa Papua yang berasal dari Bandung, Malang, dan Yogyakarta melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman keluarga Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan pada Jumat (13/9). Perwakilan Mahasiswa Papua, Agustinus Kambuwaya mengaku bahwa kunjungan itu untuk berdialog mencari solusi atas persoalan Papua hari ini.

“Ini langkah awal yang baik untuk kita menjalin kerjasama untuk bagaimana solusi jangka pendek menyangkut keadaan di Papua, kalau bisa ada dialog yang seluas-luasnya. Jangan kita takut untuk berdialog,” ucapnya.

Menurut Agustinus, dalam menyelesaikan persoalan Papua pemerintah hendaknya meniru pendekatan yang dilakukan Gus Dur, menghargai ekspresi dan kegimbiraan masyarakat Papua, serta menjadikan Papua sebagai tanah damai.

Sementara putri mendiang Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan bahwa penyelesaian ketegangan di Papua bisa dimulai dengan mendengarkan berbagai keluhan dari setiap elemen masyarakat. Kegelisahan yang terjadi di tengah masyarakat Papua perlu dicermati pemerintah.

“Kalau pemerintah tentunya harus mendengarkan aspirasi dan mencari solusi politik. Apa yang membuat kegelisahan yang selama ini ada, bisa mereda dan ganti semangat membangun Papua,” ungkapnya.

Baca: Masyarakat Papua Barat Gelar Deklarasi Damai

“Jangan ada ucapan rasial, jangan ada lagi ucapan diskriminatif, dan tindakan rasial dan sikap diskriminatif,” tegas Yenny. (aw/medcom/gatra).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*