cangtral commandSana’a, LiputanIslam.com — Sejumlah jendral AS menilai agresi Saudi Arabia ke Yaman adalah sebuah keputusan yang buruk yang bisa menjadi jebakan mematikan bagi Saudi sendiri.

Seperti dilansir Press TV, Sabtu (18/4), seorang perwira tinggi AS di markas komando militer wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah, CENTCOM, mengatakan bahwa Saudi Arabia tidak pernah mengkonsultasikan rencana serangannya ke Yaman kepada militer AS.

“Karena mereka tahu, kami akan mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, bahwa itu adalah rencana yang buruk,” kata jendral yang tidak bersedia disebutkan namanya itu kepada Al Jazeera America, Jumat (17/4).

Sejauh ini AS hanya memberikan bantuan berupa penyediaan peralatan militer dan bantuan inteligen kepada Saudi Arabia selama operasi militer di Yaman.

Menurut sumber-sumber militer AS, beberapa perwira pasukan khusus AS di yang bertugas di US Special Operations Command (SOCOM) telah menyatakan penolakan mereka terhadap dukugan yang diberikan pemerintah kepada Saudi yang tengah memerangi kelompok Houthi. Mereka beralasan kelompok Houthi telah berhasil mengatasi ancaman teroris Al-Qaeda secara efektif.

“Banyak perwira di SOCOM lebih menyukai kelompok Houthi, karena mereka berhasil mengalahkan Al-Qaeda dan ISIL dari sejumlah besar provinsi,” kata Michael Horton, pakar tentang Yaman yang dekat dengan sejumlah perwira di SOCOM.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL