sbyJakarta, LiputanIslam.com–Berbagai tanggapan dan isu yang beredar di media massa dan jejaring media sosial soal pengangkatan Kapolri, membuat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terusik. Pasalnya, banyak yang menyebut kisruh  posisi Kapolri terkait dengan SBY. Beberapa pejabat yang diganti disebut-sebut sebagai ‘orangnya’ SBY.

SBY pun menulis tanggapan panjang di akun facebooknya. Antara lain ia menulis, pemilihan calon Kapolri adalah berdasarkan usulan Kompolnas. Dan pergantian pejabat adalah hal yang biasa.

“Sebenarnya penggantian pimpinan Polri, dan juga TNI, adalah bukan sesuatu yang luar biasa. Undang-Undang dan perangkat peraturan yang berlaku telah mengaturnya. Khusus untuk Kapolri dan Panglima TNI, setelah Presiden memutuskan siapa calonnya, selanjutnya calon itu dimintakan persetujuannya kepada DPR RI. Penunjukan siapa yang menjadi calon Kapolri dan Panglima TNI adalah menjadi prerogatif Presiden. Sungguhpun demikian, Presiden tidak asal tunjuk dan putuskan, tetapi melalui norma dan aturan yang lazim berlaku. Sebagai contoh untuk calon Kapolri, Kapolri (incumbent) mengajukan sejumlah nama kepada Presiden yang dianggap layak dan memenuhi syarat menjadi Kapolri. Undang-Undang juga memintakan Kompolnas untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden. Di situ Presiden bisa memutuskan. Bisa saja Presiden tidak meminta saran dan masukan dari Kapolri, tetapi pertimbangan dari Kompolnas tetap dipersyaratkan,” tulis SBY.

SBY menyatakan, Presiden Jokowi memiliki kewenangan dan caranya sendiri untuk menunjuk calon Kapolri.

“Cara apapun yang dipilih tidak bisa disalahkan, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku,” kata SBY.

SBY mengingatkan bahwa ketika dulu ia mengemban tugas sebagai Presiden, yang dalam waktu 10 tahun ia telah empat kali mengangkat Kapolri. SBY juga menyinggung upaya yang disebutnya ‘provokasi’ untuk memecah belah.

“Saya juga mendengar sejumlah isu, mungkin juga “provokasi”, yang bisa memecah belah di antara kita semua. Termasuk antara Presiden Jokowi dengan saya. Diisukan bahwa yang tengah dilakukan sekarang ini adalah pembersihan “orang-orang SBY”, baik di jajaran TNI, Polri maupun aparatur Pemerintahan. Saya terhenyak.”

Menurut SBY, tidak mungkin Presiden Jokowi bersikap demikian. SBY juga menampik isu bahwa Jenderal Polisi Sutarman sebagai “orangnya” SBY, dan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai “orangnya” Megawati.

“Untuk diingat, kalau Pak Budi Gunawan dinilai dekat dengan Ibu Megawati karena mantan ADC-nya, maka Pak Sutarman adalah mantan ADC Gus Dur. Bukan mantan ADC SBY,” kata SBY . (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*