df-3ssmLiputanIslam.com — Tidak ada yang bisa membantah bahwa Saudi Arabia, dengan kekuatan minyaknya, adalah salah satu negara yang paling berpengaruh di kawasan.

Tumbangnya rezim Hoesni Mubarak di Mesir adalah karena adanya  faktor Saudi. Suriah bisa dilanda kerusakan selama 3 tahun terakhir juga karena keterlibatan Saudi. Para pemimpin Lebanon, terutama dari blok anti-Iran/Hizbollah, akan meminta restu Saudi dalam setiap langkah politiknya. Dan ketika Saudi marah pada Qatar, semua negara Teluk pun menarik dubesnya dari Doha.

Pengaruh Saudi tampak lebih luas lagi dengan munculnya fenomena aliran wahabiah-salafiyah yang merebak di negara-negara Islam, dari Marokko hingga Indonesia. Saudi lah, patron dari semua gerakan wahabi-salafi di dunia.

Dan dalam beberapa tahun terakhir, Saudi tidak hanya ingin dihormati karena pengaruh uangnya, namun juga karena kekuatan militernya. Maka tidak heran, jika pada tahun ini Saudi menghabiskan $67 miliar, atau hampir setara Rp 700 triliun atau setara lebih dari 30% APBN Indonesia, untuk membeli perlengkapan militer. Angka itu menempatkan Saudi sebagai negara terbesar ke-4 dalam belanja perlengkapan militer, mengalahkan Inggris, Perancis, Jerman dan Jepang.

Untuk menunjukkan kekuatannya, awal bulan lalu ini Saudi bahkan memamerkan senjata barunya, DF-3, rudal balistik jarak jauh buatan Cina yang diklaimnya membawa hululedak nuklir.

Namun, sebuah tragedi yang terjadi di Sharurah, sebuah kota kecil di bagian selatan, dekat Najran membuka mata dunia. Ternyata masih ada kemiskinan dan kemelaratan di sana, sekaligus membuka mata dunia bahwa Saudi bukan negara kaya-raya yang harus dihormati.

Hari itu, Jumat 30 Agustus 2013, seorang pria membunuh istri dan 4 anaknya karena tidak tahan didera kemiskinan. Fakta ini memperkuat pernyataan intelektual Saudi, Tawfik el-Seif yang mengklaim lebih dari 10 juta penduduk Arab Saudi hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara menurut statistik yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja dan Sosial, lebih dari 3 juta orang membutuhkan bantuan pemerintah untuk menangani kemiskinannya.

Tawfik meminta rezim Saudi membantu rakyat miskin. Toh, negara ‘petro dolar’ itu punya lebih dari cukup kekayaan untuk mengatasinya. Aktivis Saudi telah meminta Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud untuk meningkatkan pendapatan semua pegawai negeri, pensiunan dan mahasiswa, serta menstabilkan harga bahan pokok. Gerakan ‘Million-Man March’ Movement bahkan menyerukan aksi massa besar-besaran di seluruh negeri untuk memprotes kemiskinan di negara petro dollar itu.

Dan wajah Saudi sebagai negara yang “tidak berdaya” semakin terbuka setelah merebaknya virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam laporan terbarunya menyatakan tidak mampu menanggulangi penyebaran virus MERS yang telah menewaskan lebih dari 120 orang itu.

Virus MERS memiliki gejala seperti virus SARS—dengan tingkat yang lebih rendah, yang menimbulkan infeksi paru-paru. Pengidapnya akan mengalami demam, batuk dan gangguan pernafasan.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan bahwa saat ini sekitar 449 orang di negara ini positif mengidap MERS. Namun hingga detik ini, Kementerian Kesehatan Saudi menyatakan tidak memiliki mekanisme apapun untuk menanggulanginya.

Ketidakmampuan Arab Saudi dalam mencegah penularan virus MERS ini terjadi di saat negara ini memiliki pendapatan besar dari hasil penjualan minyak mentah. Akan tetapi warga Saudi masih menderita di berbagai sektor termasuk jasa, kesehatan dan infrastruktur. Tewasnya puluhan orang dalam beberapa bulan lalu akibat banjir di sejumlah wilayah termasuk Riyadh, cukupes untuk menjadi bukti klaim ini.

Pendapatan negara yang besar tidak berimbang dengan laporan bahwa 70 persen warga negara ini hidup dalam kondisi perekonomian yang rapuh. Dan jika fenomena ini terus berlanjut, dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah Riyadh tidak akan lagi mampu membendung protes yang saat ini telah menyebar ke banyak wilayah.(ca/irib)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL