Riyadh, LiputanIslam.com—Pemerintah Arab Saudi melakukan perjanjian pembelian tekonologi spionase dari Israel senilai $250 juta, berdasakan laporan terbaru dari kantor berita Emirat, Al-Khaleej.

Perjanjian ini memperlihatkan kebijakan mata-mata Saudi yang agresif terhadap jurnalis dan aktivis mereka yang tinggal di luar negeri, seperti yang terjadi terhadap jurnalis Jamal Khashoggi.

Dalam laporan eksklusif Al-Khaleej, sejumlah pejabat Saudi dan Israel menggelar serangkaian pertemuan rahasia di Washington dan London dengan asistensi dari seorang mediator Eropa.

Paket teknologi mata-mata ini merupakan “sistem paling canggih” yang pernah dijual Israel kepada negara Arab. Menurut laporan, Saudi sudah menggunakan hampir semua teknologi baru ini.

Selain itu, kedua negara juga saling bertukar informasi militer strategis dan berencana memperluas kerjasama militer mereka di masa depan. Hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv telah berkembang selama satu tahun terakhir karena keduanya bergabung untuk melawan musuh bersama, Iran.

Di bawah kepemimpinan Mohammed bin Salman, Arab Saudi mempekerjakan aparat mata-mata mereka secara lebih intensif. Target utama spionase adalah para jurnalis dan aktivis oposisi yang tinggal di luar negeri, terutama di Inggris.

Salah satu aktivis yang menjadi korban adalah Manal al-Sharif, seorang figur pendorong hak menyetir bagi perempuan yang kini diasingkan di luar negeri. Dia mengaku akun media sosialnya diserang “provokator dari pemerintah”. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*