Moskow, LiputanIslam.com–Pemerintah Rusia menyanggah dua laporan terbaru AS tentang dugaan campur tangan pilpres 2016, dengan alasan laporan itu kekurangan bukti.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pada Selasa (18/12) bahwa laporan itu “tidak berarti apa-apa kecuali menyebabkan kebingungan”. Menurutnya, tudingan-tudingan yang tertulis secara umum kekurangan detil “dan beberapa diantaranya tidak bisa kami pahami seluruhnya.”

“Mereka menyalahkan orang yang kritis tentang situasi sosial di AS pada kami. Tetapi mereka tidak menyebutkan secara spesifik apa peran Rusia atas hal itu,” jelasnya. Pernyataannya ini tampaknya mengacu pada tuduhan bahwa isu-isu rasial di Amerika dieksploitasi oleh Rusia untuk membuat perpecahan dalam pilpres 2016.

“Saya hanya bisa mengulangi bahwa kami tidak setuju dengan tuduhan ini; kami percaya [laporan] mereka tidak berdasar. Pemerintah Rusia tidak berperan dalam tindakan campur tangan apa pun, apalagi intervensi yang digambarkan secara samar-samar seperti ini,” tambah Peskov.

Laporan tersebut disusun oleh para ahli dan dirilis oleh senator bipartisan pada hari Senin (17/12). Isinya mengklaim bahwa campur tangan Moskow di media sosial Amerika terjadi lebih parah daripada yang diperkirakan sebelumnya. Tindakan ini bertujuan memperdalam perpecahan di antara masyarakat AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*