Moskow, LiputanIslam.com—Menlu Rusia Sergei Lavrov mengecam AS karena tak henti melanggar resolusi utama PBB tentang Suriah meski adanya pengumuman penarikan tentara dari Suriah.

Pernyataan ini diucapkan Lavrov dalam sebuah wawancara dengan media Sputnik pada Senin (24/12) ketika tengah mengomentari pengumuman dari Presiden Donald Trump tentang penarikan tentara AS dari Suriah.

“Solusi dari keberadaan tentara AS yang ilegal di Suriah mungkin sulit,” kata Lavrov.

“Washington terus-menerus menempatkan kondisi baru yang melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Suriah meskipun adanya [fakta] bahwa prinsip-prinsip ini disebutkan oleh resolusi utama Dewan Keamanan PBB,” lanjutnya. “Mari kita lihat apa hasil dari keputusan meninggalkan Suriah yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. ”

Pada minggu lalu, Trump menyatakan kemenangan atas ISIS di Suriah dan mengumumkan akan menarik pasukan AS dari negara itu.

Keputusan itu memicu reaksi bipartisan di Washington, di mana Menteri Pertahanan AS Jim Mattis malah memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada akhir Februari.

Pengumuman ini juga menimbulkan kekhawatiran di antara sekutu AS di Eropa yang telah lama menyokong militan anti pemerintah Suriah.

Sejumlah pengamat menilai, penarikan pasukan AS ini merupakan kemenangan bagi Suriah dan sekutunya. Hal ini terjadi berkat resistensi dari pemerintah Suriah selama masa-masa kampanye militer yang disokong oleh pihak luar di negara mereka. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*