Moskow, LiputanIslam.com–Pemerintah Rusia telah mendapati upaya campur tangan AS dalam pemilu Rusia lewat perusahaan media mereka. Demikian kata diplomat senior Rusia, Andrey Nesterenko.

Nesterenko mengatakan, menurut laporan dari Interfaz, AS “sudah pasti” berupaya mencampuri proses elektoral Rusia.

“Opini kolektif kami mengatakan bahwa kedaulatan elektoral adalah prinsip yang harus dihormati oleh negara-negara beradab,” katany setelah menghadiri pertemuan mengenai isu ini.

Ia pun menegaskan bahwa pemerintah Moskow akan memperingatkan “rekan Amerika kami bahwa tindakan media mereka… hampir melanggar hukum Rusia.”

Pemimpin oposisi Aleksey Navalny menyerukan aksi protes untuk mengecam pemungutan suara yang ia anggap tak adil. Untuk menyebarkan pengumuman atas aksi ini, pendukung Navalny menggunakan iklan berbayar di Google dan YouTube. Padahal, menggelar aksi yang terkait dengan pemilu tepat di hari pemilu itu sendiri dilarang dalam hukum Rusia.

Komisi Pemilu Pusat Rusia, pengawas media Roskomnadzor (RKN), dan Layanan Anti-monopoli Rusia (FAS) pun telah memperingatkan Google bahwa media mereka digunakan untuk menggelar aktivitas politik yang ilegal di Rusia.

Wakil ketua RKN, Vadim Subbotin, mengatakan bahwa iklan di YouTube “dimanfaatkan sebagai saluran hasutan perilaku anti-sosial selama kampanye pemilu.” Sementara, Google dan perusahaan media sosial lainnya “menawarkan alat virtual tanpa batasan” untuk  “individual yang mencoba menghancurkan situasi di Rusia.” (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*