Sumber: beritasatu.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (10/10) sore berhasil menguat 0,18 persen dari posisi Rp 14.172 per dolar AS ke posisi Rp 14.150 per dolar AS.

Pada pembukaan pasar, pergerakan rupiah masih stagnan di posisi Rp 14.165 per dolar AS. Akan tetapi, seiring perjalanan rupiah berhasil menguat.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen perang dagang antara AS dan China. Kedua pihak akan menerima perjanjian lebih sempit dalam jangka pendek.

Baca: Awal Pekan, Rupiah Melemah 0,18 Persen

Ibrahim menyampaikan, perjanjian tersebut merupakan upaya untuk menyelesaikan perang dagang yang telah memberikan tekanan pada kondisi ekonomi kedua negara tersebut.

Dia menyebutkan, Gedung Putih ingin menghidupkan lagi gagasan tentang manajemen mata uang yang telah diperdebatkan pada awal tahun ini, dan menangguhkan kenaikan tariff impor pada China yang dijadwalkan akan berlaku pada akhir Oktober ini.

“Pasar mencerna semua berbagai laporan, ada kemungkinan akan terjadi kesepakatan dalam pertemuan antara pejabat AS dan China,” ujarnya, Kamis (10/10).

Pada perdagangan hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat sebesar 0,02 persen, ringgit Malaysia 0,06 persen, dan yen Jepang 0,07 persen. Kemudian, yuan China menguat sebesar 0,1 persen, peso Filipina 0,13 persen, won Korea 0,16 persen, dolar Singapura 0,19 persen.

Sementara mata uang Asia yang melemah terhadap dolar adalah bath Thailand sebesar 0,26 persen, lira Turki 0,17 persen, dan rupee India 0,02 persen. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)
 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*