Sumber: cnbcindonesia.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat sebesar 0,06 persen menjadi Rp 14.146 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 14.155 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan rupiah sempat menguat 0,14 persen. Setelah itu, penguat rupiah menipis dan berada di jalur merah. Akan tetapi menjelang penutupan perdagangan, rupiah mampu menguat kembali.

Baca: Pagi Ini, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.120 per Dolar AS

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan kurs rupiah dipicu oleh surplus neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019. Badan Pusat Statitik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2019 mengalami surplus sebesar 210 juta dolar AS.

Selain itu, kata Ibrahim, ada beberapa sentimen eksternal yang dapat membuat indeks dolar AS melemah. Pertama, fokus pelaku pasar saat ini pada pads pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 28-29 Juni 2019.

Kedua, analis yakin bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku Bungan acuan Fed Rate sebesar 25 basis poin pada rapat komite pasar federal terbuka.

Sementara itu, menurut kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah pada hari ini, Senin (24/6), melemah ke posisi Rp 14.165 per dolar AS.

Adapun pergerakan mata uang Asia pada hari ini tercatat variatif. Bath Thailand menguat 0,18 persen, peso Filipina menguat 0,35 persen, dan won Korea Selatan menguat sebesar 0,64 persen. Sedangkan, yen Jepang melemah 0,08 persen dan yuan China melemah 0,16 persen. (sh/cnnindonesia/cnbcindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*