Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (20/9) menguat sebesar 0,04 persen dari posisi Rp 14.060 per dolar AS ke posisi Rp 14.055 per dolar AS.

Sedangkan menurut kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah menguat dari posisi Rp 14.099 per dolar AS ke posisi Rp 14.085 per dolar AS.

Meskipun mengalami penguatan, jika dihitung dalam sepekan, rupiah melemah sebesar 0,63 persen terhadap dolar AS. Pada perdagangan akhir pekan, rupiah bergerak di rentang Rp 14.054 per dolar AS hingga Rp 14.090 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai, apresiasi rupiah dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi setelah analis memprediksi bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed) akan memangkas suku bunga lanjutan pada Desember 2019.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari perang dagang antara AS dan China. Kedua pihak tengah bertemu dan melakukan negosiasi sejak Kamis (19/9).

“Beberapa tanda-tanda kemajuan telah muncul,” ucap Ibrahim, Jumat (20/9).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, saat ini kurs rupiah bergerak stabil karena melihat kondisi mekanisme pasar, permintaan dan persediaan yang masih terjaga.

“Kestabilan ini juga merupakan andil dari pelaku usaha, baik perbankan maupun yang bergerak di ekspor impor, yang bergerak sesuai mekanisme pasar,” kata dia. (sh/kontan/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*