Sumber: market.bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (14/10) melemah ke posisi Rp 14.135 per dolar AS.

Pada perdagangan hari ini, rupiah bergerak fluktuatif. Saat pembukaan perdagangan, rupiah berhasil menguat 0,09 persen ke posisi Rp 14.110 per dolar AS. Akan tetapi, rupiah kembali melemah kurang dari 30 menit.

Posisi terkuat rupiah itu sebelum tengah hari di posisi Rp 14.108 per dolar AS. Namun, rupiah tidak bertenaga setelahnya dan ditutup di posisi Rp 14.135 per dolar AS.

Baca: Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.150 per Dolar AS

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh informasi data ekspor-impor China yang kurang baik. Setelah data ini ekspor-impor China diumumkan, rupiah bergerak melemah.

Berdasarkan data Reuters, pada September 2019, ekspor China turun 3,2 persen dibandingkan September tahun lalu. Angka tersebut lebih lambat dari proyeksi analis sebesar 3 persen dan realisasi bulan sebelumnya sebesar 1 persen.

Menurut Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, pergerakan rupiah juga dipengaruhi kesepakatan dagang anrara AS dan China. Kerjasama ini berpeluang membuat The Fed menahan suku bunga acuannya.

“Dengan damai dagang AS dan Tiongkok, bisa saja The Fed yang semula ingin menurunkan suku bunga acuannya berubah pikiran dan memilih menahan bunga acuan,” kata dia.

Dia menilai, jika suku bunga The Fed tertahan, maka aliran modal kemungkinan tetap akan tertahan di Amerika Serikat dan enggan bergerak ke aset berisiko seperti rupiah. (sh/cnbcindonesia/katadata)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*