Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (16/9) pukul 12:00 WIB mengalami pelemah sebesar 0,54 persen menjadi Rp 14.035 per dolar AS.

Tanda-tanda pelemahan rupiah pada hari ini sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu.

Baca: Apresiasi Rupiah Tembus ke Posisi Rp 13.925 per Dolar AS

Sepanjang pekan lalu rupiah berhasil menguat tajam hingga di bawah level Rp 14.000 per dolar AS sehingga rupiah pada pekan ini menjadi rentan terkena ambil untung (profit taking).

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, rupiah rentan mengalami pelemahan karena pekan lalu rupiah sudah menguat signifikan.

Dia memprediksi, rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp 13.900–Rp 14.200 per dollar AS.

Sementara itu, menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, rupiah pada hari ini berpeluang melanjutkan penguatan. Pemerintah China akan merilis data tingkat pengangguran, pertumbuhan penjualan ritel dan produksi industri.

“Data tersebut diproyeksi bagus sehingga rupiah bisa menguat di rentang Rp 13.925–Rp 14.025 per dollar AS,” ujarnya. (sh/kontan/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*