Sumber: Reuters

Tehran,LiputanIslam.com—Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Selasa (24/9) lalu, Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyebut Donald Trump telah membunuh kepercayaan yang diberikan Iran terhadap AS.

“Jika kita menginginkan tujuan yang lebih tinggi bagi kedua negara, kedua bangsa, haruslah direncanakan, dan perundingan yang terjadi harus didasarkan atas tujuan itu. Tapi, jauh di atas itu, kita harus menciptakan kepercayaan. Kepercayaan inilah yang telah direnggut Trump dari kami,” ucap Rouhani kepada host Chris Wallace.

Ketika ditanya tentang JCPOA dan pengkhianatan AS dari kesepakatan nuklir tersebut, Rouhani menjawab:

“Kita telah menyepakati sebuah perjanjian. Mr. Trump justru keluar dari kesepakatan itu tanpa justifikasi yang benar dan dilakukan secara ilegal. Jadi, kalau Amerika ingin bicara, mereka harus mengembalikan kepercayaan tersebut.”

Presiden Iran menekankan perlunya membangun kepercayaan dalam perjanjian-perjanjian internasional.

“Sejak kita melakukan negosiasi dengan Amerika selama dua tahun, dan berhasil membangun sebuah perjanjian yang telah ditandatangani, serta diabadikan melalui resolusi DK PBB. Namun, tanpa alasan yang jelas, Amerika tiba-tiba saja mencabut perjanjian itu. Jadi, langkah ini telah merenggut kepercayaan yang sebelumnya tercipta antara kedua negara.

Baca: AS Kembali Jatuhkan Sanksi Anti Iran

Rouhani menegaskan, Amerika bisa mengembalikan kepercayaan Iran dengan cara menghapus sanksi-sanksi yang telah dijatuhkan ke Republik Islam.

“Kepercayaan bisa saja dipulihkan, dan salah satu caranya adalah dengan mencabut sanksi terhadap bangsa dan orang-orang Iran.”

Menurut Rouhani, hubungan kedua negara kemungkinan akan berubah jika AS mengakhiri sanksi yang tak manusiawi terhadap Iran. (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*