Presiden Iran, Hassan Rouhani. Sumber: Presstv

Tehran,LiputanIslam.com—Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyebut sanksi yang dijatuhkan Amerika kepada bangsa Iran itu kejahatan kemanusiaan. Sebab, sanksi tersebut secara efektif telah menyasar warga sipil, dan menghambat mereka untuk mendapatkan akses makanan dan obat-obatan.

“Perang ekonomi yang dimulai AS telah menyebabkan lahirnya berbagai macam masalah dan membuat hari-hari menjadi semakin sulit,” ucap Rouhani pada Rabu (15/5), saat bertemu dengan kelompok pengacara di Tehran.

“Ini bukanlah perang melawan pemerintah Republik Islam Iran, tetapi perang melawan bangsa Iran,” tambahnya.

Meski pemerintah AS sendiri mengklaim bahwa sanksi ditujukan untuk mengubah sikap pemerintah Iran, tapi kenyataannya justru membahayakan nyawa banyak pasien di Iran.

“Walaupun sanksi yang melibatkan makanan dan obat-obatan itu ilegal, pemerintah AS tetap menghalangi akses warga Iran untuk mendapatkan sumber-sumber penting tersebut. Tindakan ini pada akhirnya membahayakan nyawa banyak pasien, mulai dari anak-anak sampai orang tua yang sangat membutuhkan obat-obatan dan alat-alat medis,” jelas Presiden Akademi Ilmu Kedokteran Iran, Alireza Marandi, dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Sekjen PBB, Antonio Guterres.

Ia menekankan bahwa sanksi ini memberikan efek yang sangat jelas bagi anak-anak di Iran yang menderita kanker. “Sanksi yang dijatuhkan AS kepada Iran telah dirancang sedemikian rupa sehingga semua bank tidak bisa melakukan pertukaran yang ujung-ujungnya berakibat pada terhalangnya akses untuk mendapatkan obat-obatan dan perlengkapan medis,” tambahnya.

Foto antrian di depan rumah sakit untuk mendapatkan alat pacu jantung yang harganya mulai naik lima kali lipat. Sumber: Presstv

Di media sosial Iran, kini beredar sebuah foto yang menunjukkan antrian pasien yang begitu panjang di depan Rumah Sakit Jantung “Rajaei” di Ibu Kota Tehran untuk mendapatkan alat pacu jantung, meski harus didapatkan dengan harga lima kali lipat dari harga normal usai Trump menjatuhkan sanksi brutalnya tersebut. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*