perbatasan indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Ratusan warga di Jammu Kashmir di India, melarikan diri untuk menghindari konflik perbatasan dengan Pakistan yang memanas. India mengklaim seorang warganya kembali tewas dan 14 lainnya luka-luka akibat tembakan pasukan Pakistan. Pakistani belum memberikan tanggapan atas klaim itu.

Setidaknya 10 orang telah tewas di kedua negara sejak terjadinya aksi tembak-menembak di perbatasan kedua negara minggu lalu.

Sebagaimana laporan BBC News, jubir Pasukan Pengawal Perbatasan India, Dharminder Parikh, mengatakan bahwa seorang wanita tewas dan 14 orang yang 3 di antaranya tentara, terluka akibat tembakan meriam dan mortir pasukan Pakistan, Selasa (7/10) malam.

“Cuaca di wilayah itu buruk dan sangat tidak jelas apakah tembak-menembak itu telah berhenti,” tambahnya.

Pejabat negara bagian Jammu Kashmir, Shantmanu,  menyebutkan bahwa sekitar 1.500 warga telah meninggalkan rumahnya di sekitar perbatasan.

“Ini adalah tindakan sukarela. Jika tidak seluruh penduduk di kawasan perbatasan ini akan terancam,” kata Shantmanu.

Seorang penduduk kota Arnia, Jammu Kashmir, yang tinggal di tempat perlindungan pengungsi mengaku tidak mengetahui kapan akan kembali ke rumahnya.

“Apakah ini akan berakhir? Kapan kami kembali ke rumah kami? Ternak kami, satu-satunya sumber kehidupan kami, akan mati tanpa perawatan,” kata Rano Devi kepada Hindustan Times.

Mendagri India Rajnath Singh mengatakan bahwa India tidak akan mentolerir pelanggaran perbatasan oleh Pakistan dan mendesak pelanggaran gencatan senjata untuk dihentikan.

Ini merupakan konflik perbatasan paling buruk sejak gencatan senjata disepakati kedua negara tahun 2003.

Pada hari Senin (6/10) India mengklaim 5 warganya tewas oleh tembakan pasukan Pakistan, sementara Pakistan mengklaim 4 warganya tewas. Pakistan menuduh India memulai tembak-menembak dan menyebut telah mengajukan protes kepada Kemenlu India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL