IMG-20140725-WA0005Bandung, LiputanIslam.com, –Kota-kota besar Indonesia mulai menggelar demonstrasi memperingati Hari Solidaritas Internasional Al-Quds. Di Bandung, ratusan demonstran berkumpul di Lapangan Gasibu (depan Gedung Sate). Demo dimulai sejak pukul 14:00 (25/7/2014) siang.

Para peserta dengan semangat meneriakkan kalimat takbir, syahadat, dan yel-yel berisi kutukan kepada Zionis Israel. Mereka juga mendemonstrasikan menggilas bendera Zionis, lalu membakarnya.

Beberapa orang menyampaikan orasinya. Ustad Rahmat dari Garut mengutip bunyi pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan karena itu segala macam penjajahan harus dihapuskan. Menurutnya, Israel bisa tetap eksis karena ada dukungan kuat dari negara-negara maju.

Ia menambahkan, ada penyesatan opini dunia manakala dikatakan bahwa Israel menyerang Gaza untuk membungkam HAMAS yang terus melontarkan roket ke arah Israel. Ini adalah kebohongan, karena justru HAMAS meluncurkan roket sebagai aksi pembelaan diri dan pembalasan atas kebiadaban serdadu Zionis.

Al-Bantani: Waspadai Saudara-Saudara Zionis

Sementara itu, KH Alawi Al-Bantani, ulama NU, dalam pidatonya menyatakan bahwa Zionis Israel adalah kelompok yang tak punya kemanusiaan dan tak punya hati. Mereka lebih kejam daripada anjing dan serigala. Dan kawan-kawan Israel juga sebenarnya punya watak yang sama.

IMG-20140725-WA0009Menurutnya, tragedi yang menimpa kaum Muslimin di Irak adalah akibat ulah agen Zionis. ISIS, kata KH Alawi memang teman Zionis. Itulah sebabnya mereka tega melakukan hal yang sama: membantai kaum Muslimin di Irak.

KH Alawi mengingatkan fenomena, yaitu ketika semua mata dunia sedang tertuju ke Gaza, kaki tangan ISIS malah menyusup ke Indonesia. Ketika dunia menangis karena terjadi pembantaian atas kaum Muslimin di Gaza, ISIS malah menyerukan pembantaian atas kaum Muslimin.

Ustad Husein Alkaf: Mental Zionis Sudah Jatuh

Pada bagian demo lainnya, Ustad Husein Alkaf, juga menyampaikan orasinya. Sambil menyebut bahwa Al-Quds adalah hari bersejarah dunia, Ustad Husein Alkaf secara khusus menyatakan bahwa hari ini, ada dua jenis perang: perang fisik dan perang mental. Para pejuang HAMAS sedang bertempur melawan serdadu Zionis di dua jenis perang ini. Menurutnya, Israel telah kalah dari HAMAS dalam keduanya.

Secara fisik, Israel terus mengalami keterdesakan, sedangkan secara mental, mereka juga saat ini sedang dilanda ketakutan menjadi sasaran tembak para pejuang Palestina. Inilah yang menurut Ustad Husein makna dari hadits yang menyebutkan bahwa kunci kemenangan mukminin adalah ketika munculnya rasa takut pada pihak musuh.

Ustad Husein juga mendorong pemerintah dan DPR agar bersikap proaktif dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

Surat dari Bocah Palestina

Pada sesi demo lainnya, tampil seorang bocah kecil berusia 10 tahun ke panggung. Bocah bernama Syauqi itu membacakan surat dari anak-anak Palestina. Beberapa bagian surat itu adalah sebagai berikut.

“Kakak-kakak kami yang tercinta, kenapa kakak tidak mensyukuri makananmu? Tahukah kakak, aku di sini harus mengantre lama agar bisa mendapatkan makanan? Kenapa kakak sulit bangun malam untuk shalat, supaya bisa berdoa buat kami? Tolong, doakan kami sekali saja dalam sehari.”

Reporter Liputan Islam melaporkan, banyak yang menangis ketika mendengarkan surat yang dibacakan Syauqi tersebut.

Bocah kecil lainnya bernama Hasan juga tampil membacakan puisi solidaritas dan perjuangan bagi bangsa Palestina.

Demonstrasi berakhir pada pukul 15:30, dan ditutup dengan pembacaan Doa Wahdah.

(dw/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL