demo parisParis, LiputanIslam.com — Ratusan ribu warga Perancis, hari Sabtu (10/1) menggelar aksi-aksi demontrasi di berbagai kota untuk menentang aksi-aksi kekerasan yang terjadi di Paris beberapa hari terakhir.

Seperti dilaporkan BBC News, Minggu (11/1) sekitar 700.000 warga terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi di sejumlah kota seperti Paris, Orleans, Nice, Pau, Toulouse dan Nantes.

Sebanyak 17 orang termasuk 3 orang polisi, tewas dalam serangan bersenjata beruntun yang terjadi di kantor redaksi majalah satire Charlie Hebdo dan sebuah supemarket kosher di Paris ditambah 3 pelaku serangan yang ditembak polisi.

Dalam aksi-aksi demonstrasi itu sebagian peserta mengusung spanduk bertuliskan “Saya menolak rasisme”, “Persatuan”, atau “Saya adalah Charlie (Hebdo)”.

Berpidato di hadapan peserta aksi demonstrasi di luar supermarket kosher (daging khusus untuk warga yahudi) di selatan Paris yang menjadi salah satu sasaran serangan pada hari Kamis lalu, Perdana Menteri Manuel Valls mengatakan: “Hari ini kita semua adalah Charlie, kita semua adalah polisi Perancis dan kita semua adalah yahudi Perancis.”

Polisi masih melakukan tindakan pengamanan ketat di Perancis hari Sabtu kemarin. Sebanyak 500 tentara tambahan juga dikerahkan untuk membantu polisi dan aparat keamanan. Mendagri Bernard Cazeneuve mengatakan bahwa tindakan pengamanan akan ditingkatkan untuk menjaga keamanan wilayah Perancis.

Sebanyak 5.500 polisi dan personil militer, termasuk tim penembak jitu, akan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi besar-besaran di Paris hari ini (11/1). Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok penyerang yang masih tersisa. Demikian BBC News melaporkan.

Sejumlah kepala negara dan pemerintahan dijadwalkan akan turut hadir dalam aksi demonstrasi hari Minggu ini (11/1), di antaranya PM Inggris David Cameron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas.

Organiser aksi ini menyebut, sekitar satu juta orang akan turut dalam aksi ini. Keluarga korban kekerasan akan memimpin barisan, disusul oleh para kepala pemerintahan dan pejabat.

Sebelum aksi ini digelar, Presiden Francois Hollande menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh yahudi Perancis.

Salah seorang polisi yang menjadi korban aksi kekerasan adalah Ahmed Merabet, seorang Muslim. Kepada wartawan yang mewawancarai, saudara Merabet mengatakan:

“Ia (Merabet) dibunuh oleh orang-orang yang berpura-pura menjadi Muslim. Mereka adalah teroris.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*