Tel Aviv, LiputanIslam.com–Sebanyak 242 imigran dari AS dan Kanada telah tiba di Israel pada Rabu (14/8) kemarin, di tengah rencana kontroversial rezim Tel Aviv untuk mengusir ribuan imigran dari Afrika.

Ratusan imigran ini disambut oleh para pejabat Israel dan sorak-sorai ratusan ekstremis Yahudi di bandara Ben Gurion.

Mereka datang dengan penerbangan khusus yang disewa oleh Nefesh B’Nefesh, organisasi yang mempromosikan dan memfasilitasi Aliyah (imigrasi pemeluk Yahudi ke Israel) bersama dengan Kementerian Integrasi, Badan Yahudi untuk Israel, Keren Kayemeth Le’Israel (KKL), dan Dana Nasional Yahudi-AS.

Kelompok imigran ini terdiri dari 31 keluarga yang berasal dari Kanada dan lebih dari 20 negara bagian AS. Mereka berencana untuk menetap di berbagai titik kawasan yang diduduki Israel.

Di antara para imigran yang mengenakan topi dan kaos Nefesh B’Nefesh itu, 41 diantaranya berencana untuk bergabung dengan militer Israel sebagai tentara.

“Anda semua, para prajurit yang sendirian, saya sambut sepenuh hati. Selamat datang di Israel dan selamat bergabung ke militer Israel … Seluruh masyarakat Israel memeluk Anda hari ini; kami semua keluarga Anda,” demikian penyambutan dari istri PM Israel yang terjerat kasus korupsi, Sara Netanyahu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*