Sumber: Presstv

Sana’a, LiputanIslam. Com—Tiga tahun lalu,  tepatnya 8 Oktober 2016, koalisi militer pimpinan Arab Saudi membombardir sebuah aula duka di Ibu Kota Sana’a,  Yaman.  140 orang sipil dilaporkan meninggal dalam insiden mengerikan itu.

Di tempat yang sama,  pada Selasa (8/10) kemarin,  rakyat Yaman berkumpul untuk memperingati tragedi tersebut dan memberikan pesan kepada koalisi agresor pimpinan Arab Saudi bahwa mereka tidak akan pernah melupakan pembantaian yang dilakukan terhadap orang-orang Yaman.

Agresi militer koalisi ke Yaman hampir memasuki tahun ke lima. Namun,  tujuan agresi militer belum terwujud.  Di sisi lain,  kerusakan yang dihasilkan telah menyebabkan Yaman mengalami krisis terburuk sepanjang sejarah.

Baca: Berapa Kerugian Finansial Saudi Akibat Perang Yaman

Pada senin lalu, dua orang pasien di Yaman meninggal akibat kekurangan pasokan obat-obatan. Laporan lainnya menyebutkan 200.000 orang meninggal akibat blokade militer di Yaman.

Selain sektor kesehatan,  kerusakan akibat agresi militer juga berdampak pada infrastruktur,   sekolah,  dan perusahaan.  PBB menyebut 22 juta rakyat Yaman saat ini membutuhkan pasokan makanan,  8.4 juta orang menderita kelaparan akut. (Fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*