Tel Aviv, LiputanIslam.com—Puluhan ribu wanita Israel menggelar demonstrasi besar-besaran di seluruh kawasan pendudukan untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap kegagalan rezim Tel Aviv dalam membendung kasus kekerasan terhadap perempuan.

Para demonstran menggelar aksi di sejumlah kota pada Selasa (4/12). Mereka bersama-sama menuntut rezim Israel agar segera menghentikan kasus pembunuhan terhadap perempuan dan kekerasan rumah tangga yang semakin masif.

Di pusat ibukota Tel Aviv, sekitar 30.000 demonstran terlihat memakai baju hitam-hitam dan topi merah, serta membawa balon merah dan obor.

“Hari ini kita mencatat sejarah,” seru seorang penyelenggara aksi kepada kerumunan. “Hari ini keheningan atas kekerasan terhadap perempuan telah berubah menjadi teriakan.”

Sebagai tanda protes, para peserta aksi mengumpulkan sekitar 200 pasang sepatu wanita berwarna merah yang dipajang di Habima Square.

Di kawasan pendudukan Yerusalem al-Quds, para demonstran meneriaki Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk “bangun”. Mereka membawa plakat-plakat bertuliskan, “Darah wanita tidak murah” dan “Kami dibunuh dan pemerintah diam.”

Mereka juga menuntut pemerintah agar menggunakan anggaran $70 juta untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan.

Aksi-aksi masif ini dilakukan setelah terjadinya pembunuhan terhadap dua gadis remaja pada pekan lalu. Pembunuhan ini menambah jumlah perempuan tewas akibat kekerasan rumah tangga menjadi 24 orang selama satu tahun terakhir, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*