LiputanIslam.com – Salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, PT PP (Persero) Tbk, telah memenangkan lelang proyek pembangunan tol Semarang-Demak Jawa Tengah sepanjang 27 kilometer yang menelan biaya investasi sebesar Rp15,3 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono telah menetapkan Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang lelang jalan tol tersebut melalui surat Nomor PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019 dengan komposisi pemegang saham PT PP (Persero) Tbk sebesar 65 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 25 persen dan PT Misi Mulia Metrical sebesar 10 persen.

Baca juga: Sabtu Pagi, Pulau Seram Maluku Diguncang Gempa Magnitudo 5

“Ini merupakan amanah yang besar untuk Perseroan dan kami pastikan proses selanjutnya berjalan sesuai dengan jadwal. Dengan adanya surat penetapan ini, kami segera melakukan tahapan selanjutnya yaitu membentuk BUJT dan mempercepat proses penandatanganan PPJT,” kata Direktur Strategi Korporasi & HCM Perseroan M. Aprindy.

PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan investasi BUMN terdepan di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1953, yang memiliki beberapa lini bisnis yang terdiri dari konstruksi, properti dan realti, engineering, procurement and construction (EPC), urban, presisi, infrastruktur dan energi.

PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi pelabuhan, pembangkit listrik, infrastruktur minyak bumi dan gas, bandara, bendungan, dan gedung di Indonesia.

Pembangunan tol Semarang-Demak akan dilakukan di atas tanggul laut. Tanggul laut sengaja dibangun guna mengantisipasi terjadinya banjir rob dan penurunan muka tanah atau land subsidence di kawasan sekitar. Oleh karenanya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit coba mengingatkan pihak konsorsium agar berhati-hati dalam menggarap proyek tersebut.

“Khusus untuk faktor keselamatan konstruksi, saya mohon ini jadi perhatian penting. Apalagi posisi tanggulnya cukup tinggi. Termasuk di dalamnya kondisi tanah lunak yang barangkali perlu lebih baik untuk penanganannya,” imbuh dia di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7/2019). (Ay/Antara/Liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*