Sumber: Lensa Indonesia

Bogor, LiputanIslam.com — Salah satu program deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ((BNPT) terhadap para narapidana kasus terorisme (Napiter) adalah reedukasi, yang merupakan pembinaan atau penguatan agar dapat meninggalkan paham radikal terorisme.

BNPT dalam keterangan tertulisnya persnya, Selasa, menyebutkan program reedukasi itu dilakukan transformasi pemikiran, pemahaman, sikap yaitu memberikan pencerahan kepada warga binaan Pemasyarakatan (WBP) tentang ajaran agama dan kebangsaan yang mengusung nilai-nilai kedamaian, toleransi dan sikap terbuka terhadap sejumlah perbedaan yang ada dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa.

Program reedukasi yang dilakukan Subdit Bina Dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) pada Direktorat Deradikalsiasi BNPT terhadap dua WBP kasus terorisme, yakni RP dan SW ini ditinjau langsung oleh Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, di Lapas Kelas III Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (2/12).

Menurutnya, kegiatan reedukasi dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat wawasan dan landasan moral dalam pemahaman dan sikap dari WBP kasus terorisme.

“Mereka para WBP ini diberikan wawasan dan pendidikan kebangsaan dan cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga reedukasi upaya menstimulus terhadap WBP untuk memunculkan berbagai alternatif solusi serta memilih jalan perdamaian sebagai solusi rasional,” kata alumni Akmil tahun 1986 ini.

Lebih lanjut, menurutnya para WBP yang mengikuti kegiatan reedukasi ini harus sudah memiliki pemikiran terbuka dan mau belajar untuk memahami hal pemahaman yang lebih damai.

Tim deradikalisasi di dalam lapas bersama wali WBP ini melakukan pendekatan yang lebih personal agar timbul rasa percaya yang kuat.

Baca juga: Ledakan Granat di Monas, Dua TNI Akan Dimintai Keterangan

“Dari pertemuan dengan dua WBP tadi saya sepintas melihat para WBP yang tadi yang mengikuti program Reedukasi ada indikasi-indikasi bahwa mereka akan lebih baik. Dan bahkan mereka juga sudah siap untuk nanti terintegrasi dengan masyarakat apabila mereka nanti sudah keluar dari Lapas,” kata mantan Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja, Kodam XVII/Cenderawasih ini.

Sebelumnya, selain reedukasi, BNPT juga menyebutkan bahwa kearifan lokal pun berpengaruh dalam menanggulangi berkembangnya faham radikal dan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam penelitian yang kita lakukan, kearifan lokal bisa menanggulangi terorisme dan mencegah berkembangnya terorisme kita lakukan dari keluarga,” kata Andi saat menghadiri Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi, Kamis (4/7). (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*