LiputanIslam.com – Program Aiman di Kompas tv melakukan sejumlah investigasi untuk mengungkap sejumlah rahasia di balik kerusuhan demo massa 22 Mei lalu.

Program tersebut mengungkapkan bahwa peserta aksi massa damai di Bawaslu berbeda dengan peserta aksi massa rusuh di Bawaslu. Massa rusuh terdiri dari sekumpulan preman bayaran, penembak jitu, kelompok radikalis. Sampai pada hari Minggu (26/5), jumlah massa yang ditahan sudah mencapai 452 orang.

Program tersebut pun menyatakan bahwa demo rusuh pada 22 Mei lalu terbukti dilakukan dengan masif, rapi, dan terencana.

Baca Juga: 34 Korban Ricuh Demo 22 Mei Masih Dirawat

Dari catatan rekaman CCTV pun menunjukkan bahwa massa aksi rusuh mulai datang menjelang pukul 23.00 WIB pada 21 Mei. Mereka datang dari arah Stasiun Tanah Abang, transjakarta, dan mengelabui dengan ambulans. Mereka datang dari kawasan Rangkasbitung Banten. Setelah mereka turun, amplop dibagi-bagikan dan kemudian massa menyebar ke Petamburan, Tanah Abang, dan Gedung Bawaslu.

“Betul, mereka melakukan pengerahan massa menggunakan ambulans . Ada pula dari massa yang menggunakan kereta api melalui Stasiun Tanah Abang. Oleh karena itu, saat kerusuhan, St. Tanah Abang sempat kami tutup untuk memblokade gerakan mereka,” ungkap Brigjen Dedi Prasetyo.

Program Aiman akan menayangkan secara ekslusif rekaman CCTV tersebut pada hari Senin (27/5) di Kompas TV pukul 20.00 WIB. (Ay/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*