JKWPAPUA

foto: the jakarta post

Jakarta, LiputanIslam.com — Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi Papua untuk menghadiri perayaan Natal tahun ini, sekaligus untuk bertemu dengan penduduk setempat guna berdialog dan mendengar aspirasi mereka atas berbagai isu.

Jokowi menekankan, bahwa ia tetap pada rencananya untuk menyambangi provinsi paling timur Indonesia ini, kendati beberapa petinggi gereja di Papua menolak kedatangan Jokowi, sebagai ungkapan kekecewaan mereka atas lambatnya respon pemerintah dalam menghadapi insiden kekerasan yang baru-baru ini terjadi di Enarotali, Paniai, yang menewaskan lima warga sipil. (Baca: Pimpinan Gereja Tolak Kedatangan Jokowi)

Dari laporan thekajartapost.com, 20 Desember 2014, Jokowi telah berkoordinasi dengan Ketua Perayaan Natal Nasional, Yohana Susana Yembise, yang juga merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan beberapa pejabat lainnya di Istana Kepresidenan untuk membahas persiapan acara tersebut.

Jokowi dijadwalkan tiba di Jayapura pada tanggal 27 Desember dan akan memberikan pidato untuk membuka perayaan Natal di Lapangan Papua Bangkit, Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan bahwa pihak kepolisian dan TNI setempat telah menjamin keamanan selama acara. Sementara itu, Menteri Yohana menyatakan bahwa Papua adalah wilayah yang aman, dan penolakan terhadap kunjungan Jokowi hanya dilakukan oleh segelintir orang.

“Selain menghadiri perayaan Natal, Jokowi ingin duduk bersama orang-orang Papua dan mendiskusikan apa yang mereka inginkan, apa yang bisa Jokowi lakukan untuk kesejahteraan mereka,” kata Yohana.

Yohana telah berada di Papua awal pekan ini untuk memantau acara persiapan Natal di Papua Bangkit Square. (Baca: Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Penembakan Warga Papua)

Andi Widjajanto: Jokowi Akan Blusukan

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan bahwa Jokowi juga akan melakukan blusukan untuk mendengar suara-suara rakyat dalam dua hari perjalanannya di Papua. Apakah Jokowi bersedia berkunjung ke daerah yang rawan terjadinya kericuhan?

“Presiden Jokowi bersedia mengunjungi daerah-daerah, tempat suara rakyat harus didengar,” kata Andi.

Sementara itu, pada Kamis malam, 18 Desember 2014, para aktivis hak asasi manusia mengadakan acara solidaritas atas insiden Paniai, di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka meminta agar Negara merespon insiden berdarah yang terjadi di  Enarotali, Paniai, pada 8 Desember.

Andi mengatakan Jokowi dan pemerintah tengah menahan diri dari sikap atau mengeluarkan pernyataan tergesa-gesa atas insiden Paniai dan masih menunggu investigasi yang sedang dilakukan oleh tim gabungan yang berada dibawah komando Menko Polhukam.

“Presiden meminta kami untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Ia juga akan mengeluarkan  pernyataan publik setelah ada kejelasan tentang apa yang sesungguhnya terjadi di sana dan apa yang perlu ditangani,” kata Andi.

Ia menambahkan bahwa Jokowi juga bersedia untuk mendengar temuan dari tim investigasi independen, termasuk yang dipimpin oleh Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan sinode Papua.

Andi mengharapkan perkembangan yang dilaporkan kepada Presiden akan lebih jelas duduk perkaranya, dan ia yakin Jokowi bisa mengatasi masalah ini, dan mencari solusi guna mengurangi kemungkinan terjadinya pengulangan tindak kekerasan di masa mendatang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL