Colombo, LiputanIslam.com—Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, berjanji akan melarang perjanjian militer dengan AS yang akan memberikan kebebasan bagi tentara Amerika masuk ke pelabuhan negaranya.

Penolakan keras Presiden Sirisena atas draf perjanjian Status of Forces Agreement (SOFA) ini muncul di tengah diskusi antara Sri Lanka dan AS untuk meningkatkan hubungan militer.

“Saya tidak akan mengizinkan perjanjian apa pun yang merusak kemerdekaan dan kedaulatan kami. Beberapa perjanjian yang sedang dibahas saat ini merugikan negara kami,” kata Sirisena pada rapat umum di Sri Lanka selatan, pada Sabtu (6/7).

Sejumlah pengamat menilai perjanjian itu berpotensi melanggar kedaulatan Sri Lanka akibat tekanan dari Washington. AS dinilai akan mencari pembebasan dari kewajiban lisensi, bea cukai, pajak, serta biaya pelayaran dan pemerikasaan kapal dan pesawat militer di negara berpenduduk sekitar 21 juta itu.

Selain itu, AS dilaporan telah meminta izin dari pemerintah Sri Lanka agar tentaranya mengenakan seragam dan membawa senjata dan peralatan komunikasi radio ketika “sedang bertugas” di wilayah manapun di Sri Lanka.

“Saya tidak akan membiarkan SOFA yang berupaya mengkhianati bangsa. Beberapa pasukan asing ingin menjadikan Sri Lanka salah satu pangkalan mereka. Saya tidak akan membiarkan mereka datang ke negara ini dan menantang kedaulatan kita,” lanjut Sirisena.

Sang presiden kemudian menekankan bahwa tidak akan ada perjanjian bilateral “melawan kepentingan nasional Sri Lanka” selama dia menjabat sampai bulan Januari tahun depan.

Pada bulan April tahun lalu, Washington mengumumkan penyaluran dana $39 juta bagi Colombo untuk meningkatkan keamanan maritim. Langkah ini dilakukan untuk melawan Cina yang telah mengembangkan wilayah strategisnya di sana sebagai penghubung utama rencana infrastruktur “Belt and Road” yang ambisius. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*