pesawat boeingWashington DC, LiputanIslam.com — Presiden AS Barack Obama mencabut larangan penjualan pesawat sipil ke Iran yang telah berlaku selama satu dekade. Demikian laporan media Iran Press TV hari ini (16/1).

Menurut laporan itu Presiden Obama telah memberikan otorisasi kepada John Kerry pada hari Jumat (15/1) dengan memorandum kepresidenan. Ini terjadi menjelang rencana implementasi perjanjian nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia pada akhir pekan ini. Dengan perjanjian ini sanksi ekonomi terhadap Iran yang dijatuhkan PBB akan dicabut sebagai imbalan bagi pembatasan program nuklir Iran.

“Mereka hampir menyelesaikan langkah-langkah penting perjanjian nuklir dan tidak ada yang disembunyikan,” kata Deputi Penasihat Keamanan Ben Rhodes.

Ia menambahkan bahwa keputusan itu akan mulai efektif segera setelah perjanjian nuklir diimplementasikan dan sanksi-sanksi terhadap Iran, dicabut.

“Perjanjian nuklir itu memberikan dua pengecualian: Iran bisa membeli pesawat penumpang AS dan menjual barang-barang tertentu, khususnya karpet dan mantel, ke AS,” tulis media USA Today seperti dikutip Press TV.

Di bawah perjanjian awal nuklir Iran tahun 2013, negara-negara barat telah mencabut penjualan suku cadang pesawat, namun penjualan pesawat secara utuh masih dilarang. Dengan ketentuan baru ini Iran bisa membeli pesawat-pesawat penumpang AS secara utuh.

Larangan penjualan pesawat dan suku cadangnya telah menjadi masalah serius bagi Iran, mengakibatkan terjadinya sejumlah kecelakaan pesawat penumpang dan menewaskan ratusan penumpangnya.

Belum lama ini Menteri Transportasi dan Pembangunan Perkotaan Abbas Akhundi mengatakan bahwa Iran membutuhkan sekitar 500 pesawat komersial berbagai model dengan nilai mencapai $50 miliar, atau lebih dari Rp700 triliun. Saat ini penerbangan sipil Iran hanya dilayani oleh 248 pesawat berusia rata-rata 20 tahun. Dari jumlah itu sebanyak 100 pesawat telah dikandangkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL