Caracas, LiputanIslam.com–Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan bahwa ia akan memberikan izin kepada agen FBI untuk membantu investigasi upaya pembunuhan yang ia hadapi pada minggu lalu.

Jika Washington memberikan konfirmasi atas “penawaran FBI untuk menginvestigasi hubungan Florida dengan rencana pembunuhan… saya akan menyetujui FBI untuk datang ke sini,” kata Maduro pada Minggu (12/8/18).

Sang presiden menyalahkan peristiwa yang terjadi kepada sekumpulan teroris di Florida yang dipimpin oleh seorang pria bernama Osman Delgado Tabosky.

Sempai sejauh ini, polisi Venezuela telah menangkap sejumlah tersangka yang diduga memiliki keterlibatan dari peristiwa ini. Mereka pun ditemukan mendapat dukungan dari Kolombia dan figur-figur tak teridentifikasi di AS.

Namun, AS dan Kolombia menyangkal tudingan keterlibatan.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi target sebuah serangan pesawat tanpa awak atau drone dengan bahan peledak saat berpidato di Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Maduro tidak terluka setelah ledakan terjadi ketika dia memberikan pidato. Serangan itu melukai tujuh tentara.

Dua ledakan dilaporkan terjadi pada perangkat udara tersebut di luar podium presiden saat Maduro menyampaikan pidato utama pada peringatan ke-81 Pengawal Nasional Bolivaria. (ra/presstv/krimonologi.id)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*