warga Aleppo barat yang 3 anaknya tertahan di Aleppo selatan

warga Aleppo barat yang 3 anaknya tertahan di Aleppo selatan

LiputanIslam.com–Kota Aleppo, kota terbesar di Suriah, hingga kini masih dalam nestapa. Sejak tahun 2012, kota ini diduduki oleh pasukan pemberontak alias teroris yang kebanyakan datang dari negara-negara asing. Mereka sempat menguasai 70% kota itu, namun setelah tentara Suriah (SAA) dan Rusia melancarkan operasi pembebasan Aleppo, kini para teroris bercokol di wilayah selatan Aleppo. Di kawasan selatan itu masih sangat banyak penduduk sipil yang tertahan dalam kondisi buruk, tetapi tidak dibolehkan mengungsi ke wilayah Barat Aleppo yang dikontrol pemerintah. Para teroris juga terus-menerus meluncurkan bom ke wilayah Barat sehingga menimbulkan korban jiwa dan cedera di masyarakat sipil.

Tentara Suriah dan Rusia terus berusaha membebaskan Aleppo selatan. Pada tanggal 18 Oktober lalu mereka menghentikan serangan, dan merencanakan adanya ‘koridor kemanusiaan’ sebagai jalur aman bagi masyarakat sipil untuk keluar dari Aleppo selatan. Koridor itu mulai dibuka tanggal 20 Oktober, empat koridor untuk warga sipil, dan dua koridor untuk para teroris yang ingin meninggalkan Aleppo.

PBB dan organisasi-organisasi kemanusiaan seharusnya membantu proses ini. Namun kenyataannya, tidak satupun warga sipil yang berhasil keluar dari Aleppo selatan. Bahkan pada tanggal 20 Oktober, para teroris menembaki salah satu rute koridor sehingga melukai 3 tentara Rusia di posko El-Masharka.

Hingga berakhirnya masa pembukaan koridor kemanusiaan ini, yaitu 22 Oktober, tidak ada warga sipil yang berhasil diselamatkan. Para teroris terus menerus menembaki jalur koridor, dimana ambulans dan bus-bus sudah menanti warga yang keluar dari Aleppo selatan.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengecam tindakan Front Al Nusra (teroris yang bercokol di Aleppo) yang telah menghalangi sampainya bantuan kemanusiaan kepada rakyat sipil.

Wartawan Russia Television, Murad Gazdiev, yang meliput langsung ke Aleppo melaporkan bahwa dia melihat bendera hitam Al Qaida. “Hari ini kami sampai sangat dekat dengan garis depan, kami bisa melihat langsung ke arah Aleppo selatan dan kami melihat bendera-bendera Al Qaida berkibar di bagian kota itu,” kata Gazdiev.

Menurut utusan khusus PBB, Staffan de Mistura, diperkirakan ada 900 teroris Al Nusra yang berada di Aleppo, bersama kelompok-kelompok teror lainnya. Pada hari Sabtu (22 Oktober), Al Nusra membunuh seorang imam masjid yang berusaha mendorong masyarakat untuk keluar dari Aleppo selatan. Sebelumnya, pada hari Kamis (20 Oktober),  teroris juga membunuh 14 warga sipil di distrik Bustan al Qasr yang berusaha menggunakan koridor kemanusiaan itu, demikian dilaporkan kantor berita RIA Novosti.

Reporter RT mewawancarai seorang perempuan yang tinggal di kawasan yang dikontrol pemerintah, yang menceritakan tiga anaknya masih berada di Aleppo selatan bersama nenek mereka.

“Kondisi mereka buruk sekali. Mereka tidak punya makanan dan minuman, tidak ada apapun,” kata perempuan itu.

“Para teroris mengambil makanan dan uang mereka dan memukuli mereka, serta melakukan apa saja yang mereka mau,” kata seorang perempuan lain kepada RT.

Ironisnya, pada hari Jumat (21 Oktober), Dewan HAM PBB memutuskan untuk memulai penyelidikan independen atas pelanggaran HAM di Aleppo. Mereka mengeluarkan pernyataan, “Kelompok oposisi bersenjata terus menembakkan mortar dan proyektil lain ke kawasan sipil di Aleppo barat,” tetai tetap menyatakan bahwa tanggung jawab terbesar atas jatuhnya korban ada di tangan tentara Suriah dan Rusia.

Keesokan harinya, juru bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, mengecam pernyataan tersebut melalui Facebook page, menyebutnya sebagai ‘sinis’ dan ‘tidak terhormat’.

“Hal terburuk [dalam tragedi ini] adalah bahwa negara yang paling histeris bicara soal situasi kemanusiaan di Aleppo justru yang paling tahu bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil di Aleppo selatan diblokir oleh para militan, yang selama ini mereka beri bantuan secara teratur,” kata Zakharova. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL