LiputanIslam.com-Dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (23/7), polri mengungkap peta jaringan isis di Indonesia melalui para pelaku terorisme yang telah tertangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror polri.

Pada Kamis 18 Juli 2019 lalu, Densus 88 Antiteror di Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil menangkap Novendri. Ia adalah salah satu bendahara Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Terduga teroris Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi tersebut mempunyai hubungan ke jaringan JAD dalam negeri maupun luar negeri. Selain memiliki hubungan dengan kelompok JAD dalam dan luar negeri, Novendri juga memiliki hubungan dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Upaya Tangkap Teroris Andi Baso, Densus Kerjasama dengan Polisi Filipina

“Novendri ini pengendalinya Saefulah. Saat ini Saefulah masih buron. Diyakini dia berada di Khurasan (area yang berada di irisan antara Iran, Uzbekistan, dan Afghanistan),” kata Brigjen Dedi.

Saefulah diketahui telah 12 kali menerima dana dari pengirim yang berasal dari beberapa negara melalui jasa pengiriman uang Western Union hingga total Rp. 413 juta untuk menggerakkan aktivitas JAD di Indonesia.

Saefulah diketahui memberikan dana kepada Novendri sebesar Rp18 juta dan menyuruh Novendri menemui Abu Saidah di Mall Botani Square, Bogor, Jawa Barat pada September 2018.

“Abu Saidah salah satu mastermind (JAD),” lanjutnya.

Novendri diduga terkait dengan aliran dana dari Afghanistan kepada pemimpin JAD Bekasi, Bondan.

“Dana tersebut dikirim melalui kurir dan diserahkan ke Novendri di Bogor pada 12 September 2018. Oleh Novendri diserahkan kepada pemimpin JAD Bekasi, Bondan untuk membeli bahan-bahan pembuatan bom,” lanjutnya lagi.

Menurut peta jaringan yang disampaikan polri, Saefulah diketahui memiliki keterkaitan dengan Heri Kuncoro alias Uceng yang merupakan adik ipar pelaku Bom Bali 1, Dulmatin.

Uceng merupakan residivis yang pernah menjalani masa hukuman di Filipina dan Indonesia. Uceng kemudian ditangkap Densus di Bandara Soetta. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*