LiputanIslam.com – Polri menegaskan bahwa aparat keamanan tidak dibekali senjata tajam untuk mengamankan demonstrasi yang terjadi pada 22 Mei.

Polri menegaskan karena banyak informasi hoaks yang beredar di media sosial dan sedang viral bahwa polri atau aparat keamanan telah membawa senjata tajam dan menembaki para demonstran.

“Aparat keamanan dalam rangka pengamanan unjuk rasa tidak dibekali peluru tajam,” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo kepada Kompas TV, Selasa (21/5).

Dedi pun menambahkan bahwa ada aturan untuk menggunakan senjata tajam, yaitu jika terjadi gangguan keamanan secara anarkis. Senjata itu pun dikendalikan oleh Kapolda.

Baca Juga: Diduga Selundupkan Senjata untuk Aksi 22 Mei, Dua Aparat Ditangkap

Dedi dan pihak kepolisian sedang menyelidiki akun-akun penyebar hoaks tersebut dan akan melakukan penangkapan karena dinilai cukup menggaduhkan karena mengadu domba masyarakat.

Sementara, polisi hanya menggunakan peluru karet untuk membubarkan massa sekitar 10 menit berlangsung.

Pihak polisi mengatakan bahwa massa yang enggan bubar pada Rabu dini hari berbeda dengan massa yang unjuk rasa di depan Bawaslu pada hari sebelumnya, Selasa.

“Ini berbeda dari massa yang siang. Ini memang sengaja mau rusuh,” jelas Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan. (Ay/Kompas/Tirto/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*