foto: bbc

foto: bbc

Jakarta, LiputanIslam.com — Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana kasus pembunuhan terhadap aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib, dibebaskan bersyarat sejak , Jumat, 28 November 2014. Ia telah menjalani hukuman selama delapan tahun dari vonis 14 tahun penjara.

Informasi tentang pembebasan bersyarat Pollycarpus dibenarkan oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung, Budiana. Meski demikian, Pollycarpus tetap harus menjalani wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan Bandung satu bulan sekali. Selain wajib lapor, Pollycarpus juga harus mematuhi semua aturan, termasuk tidak boleh pergi ke luar negeri.

“Tadi kita sampaikan soal kewajiban dia yang harus wajib lapor sebulan sekali. Jadi nanti bulan Desember dia harus laporan ke sini. Wajib lapor ini berlaku sampai Agustus 2018,” kata Budiana, seperti dilansir Kompas.

Vonis atas PK Pollycarpus, Diputus Tahun 2013

Seperti diketahui, permintaah Peninjauan Kembali kasus Pollycarpus, dikabulkan oleh Mahkamah Agung pada tahun 2013. Ia yang awalnya divonis 20 tahun penjara, mendapat pengurangan hukuman menjadi 14 tahun.

Munir dibunuh dalam perjalanan menuju Amsterdam saat menggunakan penerbangan dengan pesawat Garuda Indoensia pada 7 September 2004.

Dari laporan bbcindonesia.com, hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis bersalah pada Pollycarpus dan hukuman 14 tahun penjara atas kejahatannya. Di tingkat banding, hakim menguatkan putusan pengadilan pertama tersebut.

Publik geger saat Pollycarpus mengajukan kasasi ke tingkat MA, yang diganjar dengan putusan bebas. Tetapi pengajuan PK oleh Jaksa Penuntut kemudian justru menghasilkan hukuman seberat 20 tahun penjara terhadap pilot garuda itu. Kemudian pihak Pollycarpus juga turut mengajukan PK, yang kemudian diputuskan 14 tahun penjara.

Remisi yang Diterima Pollycarpus

Selama menjalani hukuman, inilah daftar remisi yang diterima Pollycarpus, sebagaimana dikutip dari tribunnews.com;

1. Tahun 2008 remisi HUT Kemerdekaan RI dan Hari Raya Natal, potongan
hukuman sebulan.

2. Tahun 2009 remisi HUT Kemerdekaan RI selama 3 bulan dan Hari Raya Natal 1 bulan.

3. Tahun 2010 remisi HUT Kemerdekaan RI selama 7 bulan 10 hari dan remisi Hari Raya Natal 2 bulan.

4. Tahun 2011 remisi HUT Kemerdekaan RI selama 9 bulan 5 hari dan remisi Hari Raya
Natal 1 bulan 15 hari.

5. Tahun 2012 remisi HUT Kemerdekaan RI selama 6 bulan 20 hari dan Hari Raya Natal 1 bulan 15 hari.

6. Tahun 2013 remisi HUT Kemerdekaan RI selama 8 bulan

7. Tahun 2014 remisi HUT Kemerdekaan RI selama 8 bulan.

 KontraS: Pemerintah Tak Berdaya

Pembebasan bersyarat yang diterima terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto mendapat kecaman dari para aktivis kemanusiaan. Mereka mempertanyakan komitmen dan keseriusan Presiden Joko Widodo dalam menuntaskan kejahatan kemanusiaan. 

“Luar biasa, eksekutor pembunuhan dibebaskan bersyarat. Ini bukti negara tidak berdaya terhadap kejahatan kemanusiaan. Alih-alih menghukum atasan Pollycarpus di BIN, pelaku lapangan justru dibebaskan,” kata Koordinator KontraS Haris Azhar, kepada CNN Indonesia, Jumat, 25 November 2014. 

Masyarakat, menurut Haris perlu diingatkan, bahwa kejadian ini menjadi preseden buruk bagi penuntasan kejahatan HAM. Tak hanya itu, tidak adanya komitmen Jokowi untuk menuntaskan kasus HAM menjadi indikasi negara akan berdiri diantara para penjahat kemanusiaan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL