Foto: Press TV

Foto: Press TV

Tel Aviv, LiputanIslam.com — Seorang politisi perempuan Israel, Ayalet Shaked, mengeluarkan statemen yang sangat provokatif. Ia berkata bahwa seluruh ibu dari rakyat Palestina harus dibantai dalam serangan Rezim Zionis Israel di Jalur Gaza. Shaked yang juga anggota Parlemen ini, sebelumnya juga telah dikenal sebagai orang yang memberikan predikat “teroris” kepada orang-orang Palestina. Mengapa para ibu harus dibantai?

Shaked, yang berasal dari Partai Rumah Yahudi ultra nasionalis menyerukan untuk melakukan pembantaian kepada para ibu di Palestina, karena wanita-wanita inilah yang akan melahirkan para pejuang tangguh, yang oleh Shaked disebut “ular kecil.”

“Mereka harus mati, dan rumah-rumah mereka harus dihancurkan sehingga mereka tidak bisa melahirkan teroris-teroris,” kata Shaked, seperti dilansir Press TV, 17 Juli 2014.

“Mereka semua adalah musuh kita, dan dari tangan kita darah mereka akan tertumpah. Hal ini juga berlaku kepada ibu-ibu dari teroris yang telah mati,” tambahnya.

Pernyataan Shaked berarti, ia sedang menyerukan untuk melakukan genosida kepada rakyat Palestina. Menurutnya, semua yang dianggap sebagai musuh Israel harus ditumpas.

Atas serangan Tentara Zionis Israel kepada Palestina, kecaman datang dari berbagai penjuru dunia. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengutuk keras serangan Israel tersebut, dan menuduh bahwa Israel telah melakukan pembantaian kepada warga Palestina.

Erdogan, dalam pernyataannya di hadapan Parlemen Turki, ia menuduh bahwa Israel telah melakukan aksi terorisme kepada Palestina. Ia juga mempertanyakan atas diamnya pihak-pihak terkait di dunia atas tindakan brutal yang dipertontonkan Tel Aviv.

Lalu, bagaimana tanggapan Erdogan atas pernyataan Shaked?

Menanggapi pernyataan Shaked diatas, Erdogan menuduh bahwa Tentara Zionis Israel tidak ada bedanya dengan mental pasukan Hitler.

“Seorang perempuan Israel menyerukan pembantaian terhadap ibu-ibu Palestina. Apa bedanya mental mereka dengan mental Hitler?” tanya Erdogan.

Sebagaimana laporan PBB, dinyatakan bahwa dua dari tiga korban jiwa  yang gugur dalam agresi militer Israel, adalah perempuan dan anak-anak. Operasi militer Israel yang sudah memasuki hari kesepuluh, menurut laporan terakhir, telah menewaskan 227 korban jiwa di Jalur Gaza. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL