LiputanIslam.com-Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengatakan mahasiswa harus dibebaskan membaca buku apapun, termasuk jika membaca buku tentang komunisme.

“Bagaimana mahasiswa tahu itu berbahaya atau tidak, kalau dia tidak pernah membaca. Bebaskan saja membaca apapun, biar dia mikir sendiri,” kata Adian dalam diskusi bertajuk “Demokrasi Arus Bawah (Kisah Perlawanan Terhadap Rezim Otoriter)” yang digelar PDIP di sela Kongres V PDIP di Bali, Jumat.

Pernyataan tersebut sebagai respon atas razia buku-buku tentang komunisme yang dilakukan oleh sejumlah oknum belakangan ini.

Sementara, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengingatkan merazia dan merampas buku tanpa melalui proses peradilan melanggar putusan Mahkamah Konstitusi Tahun 2010.

Baca juga: Agum Gumelar: Komunisme dan Khilafah Ancam NKRI

“Itu menentang putusan MK, jelas itu. MK sudah melarang pelarangan pada buku, terus apa landasan orang-orang yang melakukan sweeping pada buku? Harusnya tidak ada,” ujar Choirul Anam di Jakarta, Rabu.

Putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2010 mencabut Undang-Undang Nomor 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum.

Dasar putusan tidak bolehnya pelarangan buku oleh MK karena buku dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan, kata Anam, bukan barang politik. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*