Sumber: Tasnim

Washington,LiputanIslam.com—Mark Dankof, seorang mantan kandidat Senat Amerika, mengatakan bahwa pemerintah AS hanya tertarik untuk mengganti kekuasaan di Iran, bukan menjalin diplomasi yang terhormat.

“Mereka (Amerika) jelas-jelas menginginkan perubahan rezim untuk kepentingan Israel, Arab Saudi, Bank Pusat, minyak dan gas,” ucap Dankof kepada Tasnim dalam sebuah wawancara yang berlangsung pada Rabu (4/12) kemarin.

Komentar ini disampaikan Dankof di tengah berkorbarnya aksi demonstrasi di Iran dan  menguatnya sentimen anti-Iran di Lebanon dan Irak.

Baca: Rouhani: Saudi dan Israel Berada Dibalik Tekanan AS Terhadap Iran

Saat ini Iran tengah dilanda aksi massa di beberapa kota menyusul kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh Presiden Hassan Rouhani beberapa waktu lalu. Aksi massa ini mendapat dukungan dari Amerika Serikat. Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, mengatakan lewat akun twitternya. Ia meyakinkan para demonstran di Iran bahwa aksi mereka mendapatkan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Di saat yang sama, konsulat Iran di Irak juga menjadi objek pembakaran massa. Sebagian massa terdengar meneriakkan suara anti-Iran di Irak.

Iran adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang menentang dominasi AS di kawasan. Meskipun telah diembargo secara masif oleh AS, pemerintah Iran tak kunjung menyerah dan menolak untuk mematuhi keinginan Amerika. (fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*