Dieudonne and AnelkaParis, liputanislam.com — Polisi Perancis menyerbu rumah dan kantor milik komedian Dieudonne M’bala M’bala, Selasa (28/1). Dalam aksinya polisi juga menyita beberapa dokumen dan barang-barang miliknya.

Tindakan tersebut merupakan buntut dari tuduhan pemerintah Perancis terhadapnya yang dianggap telah menyebarkan anti-semitisme dan kebencian, yang disertai dengan upaya hukum terhadapnya. Pemerintah juga telah melarangnya menghadiri pertemuan-pertemuan umum. Polisi Perancis sendiri menyebut aksi penyerbuan hari Selasa tersebut sebagai “bagian dari penyidikan atas dugaan kejahatan-kejahatan Dieudonne”.

Selain tuduhan-tuduhan tersebut di atas Dieudonne dituduh telah melakukan praktik “pencucian uang” dan penyalahgunaan asset-asset perusahaan. Baru-baru ini Dieudonne juga menjadi pemberitaan luas media massa internasional setelah pesepakbola terkenal, Nicholas Anelka, yang tidak lain adalah sahabatnya, meniru gerakan “quenelle salute” atau gerakan tabik yang dipopulerkan Dieudonne. Gerakan tersebut dituduh sebagai anti-semit.

Dieudonné yang ayahnya berasal dari Kamerun dan beribu wanita Perancis-Kaukasus, menolak tuduhan anti-semit atas gerakan tabik yang dipopulerkannya. Ia menyebutnya sebagai simbol anti-zionisme. Gerakan yang mengingatkan pada tabik ala Nazi Jerman tersebut mulai dipopulerkannya pada tahun 2009 melalui internet dan jejaring sosial.

Dalam beberapa bulan terakhir, Dieudonné telah dilarang untuk tampil di beberapa kota di Perancis. Presiden Hollande pun mendukung larangan terhadapnya, meski hal itu dianggap sebagai tindakan yang melanggar HAM.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL