Garuda-Indonesia.jpgJakarta, LiputanIslam.com–Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah menandatangani surat pengaturan tarif batas bawah untuk maskapai komersial. Jonan menyatakan, pengaturan ini agar maskapai tidak mengabaikan aspek keselamatan karena harga tiket yang dijual terlalu murah. Di sisi lain, catatan kecelakaan pesawat terbanyak di Indonesia ternyata justru terjadi pada maskapai Garuda yang tiketnya dikenal termahal.

“Tujuannya adalah kewajaran harga tiket tersebut bisa mempertahankan unsur keselamatan dengan baik,” kata Jonan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Seperti dikutip Detik.com, Jonan menyatakan dirinya tidak akan mengubah kebijakan tersebut, kecuali ada keputusan yang menyebutkan kebijakan tersebut melanggar ketentuan seperti persaingan usaha.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid menerangkan, keputusan baru ini hanya mengatur tarif yang tidak rasional, bukan menghapus maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC). Misalnya, tarif batas atas untuk rute Jakarta-Surabaya ialah Rp 2.000.000, maka tarif batas bawahnya Rp 800.0000. Ke depan, maskapai sudah tidak boleh menjual tiket di bawah tarif batas bawah.

Garuda Terbanyak Kecelakaan

Catatan kecelakaan pesawat yang pernah terjadi di wilayah Indonesia, seperti dimuat di situs Wikipedia.com menunjukkan bahwa kecelakaan pesawat jenis LCC terjadi 5 kali. Yaitu, Adam Air (2 kali), Lion Air (2 kali), dan Air Asia (1 kali). Sementara, kecelakaan yang pernah dialami Garuda adalah sebanyak 9 kali. Maskapai Merpati pernah mengalami kecelakaan 6 kali, dan Mandala 2 kali.

Banyak netizen yang tidak menyetujui keputusan Menteri Jonan ini. Mereka menilai, sebuah maskapai bisa menjual tiket murah karena mengurangi layanan untuk penumpang, bukan karena mengabaikan keselamatan. Nukman Luthfie dalam akun facebooknya menulis:

(Pesawat) yang murah, biasanya jarak antara kursi lumayan mepet. Memang dibuat padat penumpang. Yang mahal, lega. Kaki bisa lurus goyang-goyang.

Yang murah, tidak dikasih makanan apapun. Kalau haus, ya beli minuman. Lapar, ya beli makanan di pesawat. Yang mahal, jarak pendek pun dapat makanan (minimal snack) plus minuman. Bisa nambah kalau mau.

Budget air itu inovasi di penerbangan umum. Sudah berjalan lama. Bisa berhasil menekan harga karena efisiensi, tak menyediakan apapun yang tak perlu bagi penumpang, kecuali soal keamanan. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*